Connect with us

METROPOLITAN

WH Diduga Terima Gratifikasi dari Pengelola Pasar Babakan lewat Istri

Published

on

 

Tangerang –  Aliansi Masyarakat Antikorupsi Kota Tangerang (Almakota), mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta, Kamis (26/1/2017). Mereka melaporkan dugaan korupsi dan suap di Pasar Babakan, Kota Tangerang.

BACA JUGA: Mahasiswa Tangerang Laporkan Dugaan Gratifikasi dan Korupsi Pasar Babakan ke KPK

Muhammad Lutfi Khakim, aktivis yang tergabung dalam Almakota memaparkan, dugaan suap dan gratifikasi dari PT Panca Karya Putra Griyatama selaku pengelola Pasar Babakan rutin diterima WH sebagai mantan wali kota Tangerang selama kurun 2010-2011 melalui rekening BCA atas nama NN, istri WH. 

“Berdasarkan penelusuran, dugaan suap yang rutin diterima sepanjang 2010-2011 tersebut merupakan cicilan mobil Toyota Fortuner yang saat ini dimiliki F, anak WH,” terangnya.

BACA :  Api Sambar Bensin, Tiga Rumah Kontrakan di Kelapa Dua Ludes Terbakar

Kedekatan WH dengan petinggi PT Panca Karya Griyatama atau PT Panca Karya Griyatama Putra, lanjut Khakim, bisa dilihat sejak 2011, di mana saudara YY, salah seorang petinggi PT Panca Karya diduga pernah memberikan mobil Toyota Land Crusier kepada WH untuk keperluan kampanye Pilgub Banten 2011. 

“Mobil tersebut diduga dikirimkan oleh orang suruhan YY ke kediaman WH di Gang Haji Jiran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Selain itu, PT PKG juga mengangkat F, anak WH, menjadi salah seorang direktur di perusahaan yang hingga saat ini mengelola kawasan bisnis Tangerang City,” ungkapnya.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas, kami menyampaikan laporan kepada KPK. Pelaporan dugaan ini pernah dilakukan warga Kota Tangerang pada November 2015. Namun tidak mendapat perhatian serius dari penyidik KPK. Karena itulah kami bermaksud menyampaikan pelaporan ulang terkait kasus tersebut,” sambungnya.

BACA :  Banyak Aduan, KTP Minta Pemprov Banten Evaluasi Jamsosratu

Ismail Fahmi, salah seorang kuasa hukum Wahidin Halim saat dihubungi Banten Hits lewat telepon genggamnya membantah kliennya terlibat dugaan korupsi pemanfaatan Pasar Babakan. Dia menyebut Pasar Babakan tidak ada hubungan dengan pemerintah Kota Tangerang karena itu urusan Kementerian Hukum dan HAM dengan pengembang Tangerang City.

“Terkait Pasar Babakan tidak ada hubungan dengan pemerintah daerah, karena itu kan hubungannya antara Kementerian Hukum dan HAM dengan Tangerang City. Gak ada hubungannya dengan pemda. Perda-nya juga jelas,” ucapnya. 

Ismail juga membantah soal dugaan gratifikasi yang rutin diterima WH lewat rekening istrinya.

“Saya pernah konfirmasi langsung ke beliau (WH). Beliau bilang, itu mah udah biasa setiap pilkada selalu dimunculin,” kata Fahmi menirukan kembali ucapan WH.(Rus)

BACA :  Satresnarkoba Polres Cilegon Bekuk Tiga Pengedar Ganja dan Sabu, Satu Tersangka Penjual Bubur di PCI

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh