Connect with us

METROPOLITAN

Terdakwa Pembunuhan Eno Farihah: Saya Dipaksa Mengaku, Diancam Pakai Senpi

Published

on

Tangerang – Rahmat Arifin (24) dan Imam Hapriyadi (24) mengaku, tak terlibat dalam kasus pembunuhan Eno Farihah (19), buruh PT Polypta Global Mandiri yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar mess perusahaan, Jumat (13/5/2016) lalu.

“Saya bukan pelaku sebenarnya, saya cuma nanya kabarnya (Eno), tiba-tiba ditetapkan jadi tersangka,” ujar Imam saat membacakan pembelaan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang,Rabu (1/2/2017).

Begitu juga dengan Rahmat. Ia membantah keterlibatan dalam kasus pembunuhan disertai pemerkosaan tersebut. Rahmat mempertanyakan statusnya sebagai tersangka lantaran hanya mengirim SMS.

“Apakah SMS bisa membuat saya menjadi tersangka? Tolong tinjau kembali yang mulia hakim,” pinta Rahmat.

Selain mengaku tak terlibat, keduanya mengaku diancam polisi agar mau mengaku.

BACA :  Kuasa Hukum Sebut Kondisi Kesehatan dan Mental Iwa K Baik dan Stabil

“Saya diancam pakai senjata api. Saya yang enggak bersalah terpaksa harus mengakui karena takut,” ungkap Rahmat.

“Mata saya ditutup lakban. Kepala saya dipukul dan dipaksa makan puntung rokok. Akhirnya saya terpaksa mengaku,” tambahnya dihadapan majelis hakim.(Nda)



Terpopuler