Connect with us

METROPOLITAN

Trains: Kembalikan Wibawa PDAM Tirta Benteng

Published

on

Tangerang – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang sudah hampir 3 bulan berada pada statu quo. Dipimpin oleh seorang Plt Direktur, tentu saja tak akan mampu mengambil kebijakan strategis.

Plt Direktur PDAM TB Ali Mu’min merupakan suami dari Indri Astuti, Kabag Hukum Pemkot Tangerang. Sebelum diangkat menjadi Plt, Ali adalah Kasi Produksi Cabang II PDAM TB.

BACA JUGA: Suyanto Akan Gugat SK Pemecatannya sebagai Dirut PDAM TB

Yudhistira dari Tangerang Raya Institute dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/3/2017) mengatakan, banyak yang mengira hal tersebut akan menuai kontroversi, manakala seorang Plt dipilih dari tingkatan kedua (kasi-red). Padahal, masih ada beberapa kepala bidang di internal perusahaan plat merah tersebut.

“Ini tentu memunculkan kekhawatiran akan berimbas pada performa PDAM TB, salah satunya soal pelayanan maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan di internal maupun eksternal,” kata Yudhistira.

BACA :  Kolaborasi Pekan Raya Lebak dan MTQ XXXVIII, Cara Pemkab Lebak Pasarkan Kerajinan Khas Dibalut Ibadah

Kata dia, dengan target 2 kali lipat di tahun sebelumnya. Tahun ini, PDAM menargetkan 30.000 SL dapat terpasang dan mengcover seluruh zona pelayanan di Kota Tangerang. Lebih dari itu, program-program unggulan lain yang sudah digagas agar segera dilaksanakan. Hal ini akan menjadi bias mana kala PDAM belum memiliki pemimpin definitif.

BACA JUGA: Rekomendasikan Pemecatan, Dewan Pengawas Ternyata Tak Hapal Kesalahan Direktur PDAM TB

“Ekspektasi masyarakat terhadap kinerja PDAM untuk mampu mendistribusikan air bersih ke seluruh wilayah di Kota tangerang sangat tinggi,” ujarnya.

“Ditambah, target pencapaian perusahaan oleh owner (wali kota) yang menuntut keseriusan PDAM TB untuk mengembalikan wibawa perusahaan menuju pelayanan prima yang beberapa tahun ke belakang dirundung problematika saat dipimpin A. Marju Kodri, kemudian Plt. Tony Wismantoro, lalu terakhir di bawah pimpinan Suyanto yang cukup menguras tenaga di tubuh PDAM,” papar Yudhistira.

BACA :  Nonton Pesawat di Pinggir Runway Bandara Soetta, Ngabuburit Asyik ala Warga Tangerang

Solusi konkrit kata dia, diharapkan segera dilakukan sebagai bahan masukan.

“Terutama owner agar cepat membentuk tim seleksi agar mendapat direktur definitif, yang mampu mengemban amanah dan bertanggung jawab penuh terhadap perusahan,” sarannya.

BACA JUGA: Pemasangan Pipa PDAM TB Dikerjakan Tenaga Kerja Asing?

Menurutnya, 6 bulan merupakan waktu yang singkat untuk melakukan pembenahan di BUMD tersebut, untuk melakukan restrukturisasi sesuai amanah peraturan.

“Kami berharap, agar calon dirut terpilih nanti adalah orang yang mau menghibahkan hidupnya untuk kemajuan PDAM, memiliki kompetensi teknis dan non-teknis, dan tidak ada bumbu like or dislike didalamnya. Jangan sampai PDAM menjadi sapi perah untuk agenda-agenda politik tertentu dan menjadi refrensi buruk bagi generasi berikutnya,” jelasnya.

BACA :  Terungkap dari SIM Card, Pria Cepak yang Tewas di Sungai Cibanten Kaujon Bertengkar dengan Sosok Misterius

Lebih lanjut kata Yudhistira, diperlukan kriteria calon direktur yang bisa menjawab tantangan PDAM TB kedepan.

“Visioner, cakap dalam hal teknis dan non-teknis. Punya jiwa kepemimpinan dan ketegasan yang tinggi, serta mampu membangun komunikasi yang baik kepada seluruh elemen,” ucapnya.

Ini merupakan konsekwensi logis sebagai kado istimewa di usia Kota Tangerang ke-24. Usia yang semakin dewasa, dan matang umumnya pada manusia, dan menjembatani kebutuhan pokok masyarakat Tangerang akan pemenuhan air bersih menuju Kota Tangerang yang berakhlakul karimah.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler