Connect with us

METROPOLITAN

Prabowo Subianto Hadiri Peringatan Peristiwa Lengkong 2017

Published

on

PRABOWO SUBIANTO HADIRI PERINGATAN PERISTIWA LENGKONG

Prabowo Subianto memberikan penghormatan kepada para pejuang yang gugur dalam Peristiwa Lengkong (Banten Hits/Muhtamimah)

Tangsel – Letnan Jendral (purn) Prabowo Subianto menghadiri peringatan Peristiwa Lengkong ke-71 yang digelar Yayasan Sahabat Sejarah dan Yayasan 25 Januari 1946 di Museum Peristiwa Pertempuran Lengkong, Kelurahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (18/3/2017).

Prabowo Subianto merupakan keponakan dari Letnan Subianto Djojohadikusumo yang gugur dalam medan pertempuran Lengkong bersama dengan Mayor Daan Mogot.

Prabowo mengungkapkan, dalam acara ini, ia mewakili keluarga besar para pejuang yang telah gugur di peristiwa lengkong pada 25 januari 1946. Peristiwa tersebut sangatlah penting dalam  meneruskan dan membangun masa depan indonesia.

BACA :  Masih Siaga Satu Pasca Teror Bom Thamrin, Polisi di Lebak Gelar Razia Kendaraan

“kita merdeka bukan karena hadiah dari negara lain, tetapi melalui perjuangan, dari peringatan ini kita dapat mengerti dan sadar bahwa bangsa kita adalah bangsa pejuang, bangsa yang merebut perjuangan dengan darah, keringat dan air mata,” tandasnya.

Prabowo menjelaskan, Kemerdekaan yang direbut para pendahulu bangsa ini, dimaksudkan untuk kehidupan yang lebih baik. Karena, tidak ada bangsa yang merdeka jika bangsa itu sendiri tidak ada yang mau berkorban untuk bangsanya.

“Peritiwa lengkong memberi arti kepada seluruh dunia mengenai perjuangan para pahlawan untuk bangsanya,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, peringatan ini dilakukan setiap tahun untuk mengenang sebuah peristiwa penting yang terjadi pada masa perjuangan kemerdekaan. Persitiwa bersejarah dan heroik tersebut, yang dikenang dengan peristiwa Lengkong. Dalam peristiwa tersebut, putra-putra bangsa telah gugur sebagai pahlawan dalam upaya mereka membela bangsa dan negara.

BACA :  Usulan Salah, Lima Desa di Lebak Belum Cairkan Dana Desa

“Kita tentunya berharap, apa yang secara rutin dilakukan ini diperingati dapat membuat kita semua terus mengenang jasa dan pengorbanan yang telah diberikan, dan juga menggugah semangat kita untuk terus melanjutkan perjuangan serta cita-cita mereka,” ujar Ben.

Untuk diketahui, pertempuran Lengkong (25 Januari 1946) adalah peristiwa bersejarah, nasional dan heroik melawan pasukan Jepang di Desa Lengkong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Peristiwa berdarah ini bermula dari, Resimen IV TRI di Tangerang, Resimen ini mengelola Akademi Militer Tangerang. Tanggal 25 Januari 1946, Mayor Daan Mogot memimpin puluhan taruna akademi untuk mendatangi markas Jepang di Desa Lengkong untuk melucuti senjata pasukan Jepang. Daan Mogot didampingi sejumlah perwira, antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikusumo.(Zie)

BACA :  Tangerang Selatan Gagal Raih Adipura, Ini Penyebabnya



Terpopuler