Connect with us

METROPOLITAN

Beri Izin Pentas Lumba-lumba, Pemkot Tangerang Dianggap Dukung Kekejaman Terhadap Satwa

Published

on

Tangerang – Meski menuai kecaman dari para aktivis pemerhati satwa, namun nyatanya pentas lumba-lumba dan sirkus aneka satwa masih saja bebas berkeliling dari satu daerah ke daerah lain di Indonesia.

Di Provinsi Banten sendiri, pentas lumba-lumba yang dinilai menyiksa satwa dilindungi ini sudah beberapa kali digelar di sejumlah wilayah. Sayangnya, pentas yang juga dianggap sebagai bentuk eksploitasi satwa berkedok edukasi tersebut mendapat izin dari pemerintah setempat, salah satunya di Kota Tangerang.

BACA JUGA: JAAN Laporkan Pentas Lumba-lumba di Metropolis Tangerang

Tak hanya sekali rupanya, pentas lumba-lumba di Kota Tangerang juga pernah berlangsung sekitar tahun 2013 lalu. Kali ini, pentas yang berlangsung sejak 10 Maret hingga 16 April 2017 ini berada di pusat perbelanjaan Metropolis (Metos).

BACA :  Wanita Berdaster Merah Muda Tewas Tersambar Kereta di Sukajaya Cilegon

Selain menyesalkan, Jakarta Animal Aid Network (JAAN) juga mengaku telah melaporkan pentas tersebut ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

“Sangat kita sayangkan masih ada pemerintah daerah yang mengizinkan pentas itu,” kata Benfica kepada Banten Hits.

Pemerintah daerah maupun pengelola tempat pentas lumba-lumba berlangsung pun dianggap mendukung kekejaman terhadap satwa.

BACA JUGA: Parah, Hanya Indonesia yang Masih Bolehkan Sirkus Lumba-lumba Keliling Beroperasi

“Oh iya jelas itu mendukung kekejaman terhadap satwa. Kekejaman terhadap lumba-lumba dilakukan saat atraksi. Lumba-lumba itu dibuat lapar, karena saat mereka lapar mereka menuruti perintah instruktur, lalu hingar bingarnya musik, saat atraksi lumba-lumba harus naik ke darat untuk berfoto dengan penonton, karena hanya lumba-lumba yang terdampar yang naik ke darat,” paparnya.

BACA :  Direlokasi, PKL Pasar Rau Serang Dipungut Rp7,5 Juta

Untuk itu, ia mengimbau kepada pemerintah daerah lainnya tak lagi memberikan izin pentas lumba-lumba berlangsung di daerahnya.

“Ya kita harap tidak ada lagi pemda yang memberikan izin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Ivan Yudhianto, Rabu (15/3) mengaku, ia tak mendapat laporan adanya pentas lumba-lumba tersebut.

“Saya belum tahu ada kegiatan itu,” singkatnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler