Connect with us

METROPOLITAN

Polisi Tunggu Hasil Autopsi Jasad Mahasiswi Akbid La Tansa yang Ditemukan Tewas di Sungai Ciujung

Published

on

Lebak – Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab tewasnya Ayu Oktaviani (19), mahasiswi semester IV Akademi Kebidanan (Akbid) La Tansa Mashiro Rangkasbitung. Jasad Ayu ditemukan mengambang, di Sungai Ciujung pada Jumat (24/3/2017) pagi.

“Kita masih tunggu hasil autopsinya, dan itu butuh waktu. Jenazah sudah dimakamkan di TPU Jaura kemarin,” kata Kapolsek Cibadak, AKP Dadang Junaedi, saat dihubungi Banten Hits, Minggu (26/3).

BACA JUGA: Mayat di Sungai Ciujung Diduga Mahasiswi Akbid La Tansa Mashiro, Yuyun: Saya Yakin Itu Ayu

Dadang mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi dalam kasus kematian Ayu. Namun sayang, Dadang tak merinci siapa saja yang dimintai keterangan untuk mengungkap misteri di balik kematian calon bidan tersebut.

BACA :  Kan Bisa Video Conference? Kok Anggota DPRD Kota Serang Masih Gelar Rapat di Hotel Marbella Anyer saat Pandemi Corona Gini

“Kami sudah upayakan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Hasil autopsi masih menunggu waktu yang tepat,” pungkasnya.

Mayat Ayu Oktaviani ditemukan mengambang di Sungai Ciujung, tak jauh dari kampus tempatnya menempuh perkuliahan kebidanan. Saat ditemukan, jasad Ayu sulit dikenali karena sudah membengkak, terutama pada bagian wajah.

Sebelum tewas, putri pertama dari pasangan Yuyun dan Amas ini sempat pulang ke rumahnya, di Kampung Jaura, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Sabtu (18/3/2017) sore.

BACA JUGA: Sebelum Tewas, Mahasiswi Akbid La Tansa Sempat Curhat Tentang Handphone

Kepada orangtuanya, Ayu menceritakan soal handphone miliknya yang disita pihak asrama. Selain itu, Ayu juga mengaku ada ucapan dari pihak asrama yang menyinggung perasaannya.

BACA :  Wakil Rakyat dari Banten ke Erick Thohir; Jebolan MBA Harusnya Lebih Kreatif Bangun BUMN Bukan Urus Toilet

“Handphonenya kan dirazia, terus ada omongan dari ibu asrama namanya Liana. kata-kata ibu asrama ke anak saya benar-benar enggak pantas diucapain memalukan. Handphone itu kan punya pribadi, kok dibuka-buka,” tutur Amas.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler