Connect with us

METROPOLITAN

PLN Tuding Lonjakan Tagihan Listrik Pelanggan di Lebak Ulah Mitra

Published

on

Lebak – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Rangkasbitung menyebut kenaikan tagihan listrik yang dialami pelanggannya disebabkan ulah mitra PLN yang melakukan sistem tembak. Tagihan llistrik warga di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak tiba-tiba saja mengalami kenaikan signifikan. Tak tanggung-tanggung, tagihan listrik naik 700 persen dari pemakaian biasa.

“Itu benar, oknumnya melakukan sistem tembak, pencatat meter ini merupakan mitra PLN. Akan kita tegur untuk mengevaluasi kinerja pencatat meternya,” kata Manajer PLN Rayon Rangkasbitung, Yudi Supriatna Hidayat kepada wartawan, Rabu (29/3/2017).

BACA JUGA : Dituding Peras Konsumen, PLN Rayon Rangkasbitung Didemo Warga

Yudi mengatakan, tudingan pemerasan yang dilayangkan demonstran kepada pihak PLN sangat tidak tepat. Pasalnya, pelanggan langsung membayar ke sistem dan tidak ada peredaran tunai, sehingga tarif itu keluar sesuai dengan tagihan.

BACA :  Kunjungi PT Indonesia Power Suralaya, Kapolda Banten Jamin Keamanan Objek Vital Nasional di Merak

“Jadi tidak ada itu pemerasan, tidak benar,” kilahnya.

“Kita akan terus evaluasi kinerja pegawai PLN agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal dan hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi,” tambahnya.

Belasan masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Benteng Aliansi Rakyat (Bentar), menggelar aksi demo di Kantor PLN Rayon Rangkasbitung, Jalan Hardiwinangun, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (29/3/2017).

Koordinator aksi, Duleh mengungkap, pelanggan PLN yang berada di wilayah Rangkasbitung banyak yang dirugikan. Hasil penelusuran LSM Bentar, dari sekian banyak konsumen yang berada di wilayah PLN Rangkasbitung, kerugian dialami salah satu warga bernama Jasmin warga Kampung Sabagi, Desa Pasir Tanjung yang harus membayar tagihan listrik tak sesuai dengan pemakaian.(Zie)

BACA :  Trotoar di Pandeglang tak Aman Bagi Penyandang Disabilitas



Terpopuler