Connect with us

METROPOLITAN

Scrapping KMP Victorious di Perairan Pulorida Merak Diduga Ilegal

Published

on

Cilegon – Aktivitas pemotongan bangkai kapal (scrapping) Victorious 5 milik perusahaan pelayanan PT Bukit Samudera Perkasa (BSP) di Perairan Pulorida, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, diduga ilegal.

Scrapping bangkai kapal yang karam akibat cuaca buruk beberapa waktu lalu ini diduga tanpa dilengkapi dengan izin penghapusan dan pemotongan kapal yang dikeluarkan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub.

Pantauan Banten Hits, Jumat (7/4/2017), kegiatan pemotongan kapal sepertinya sudah berlangsung sejak lama. Hal ini terlihat, sepertiga dari badan kapal, yakni bagian burita yang sudah tak utuh alias sudah dipotong oleh para pekerja, baik yang berada di atas kapal tongkang maupun Victorious.

Sekcam Kecamatan Pulomerak, Oman Faturohman saat dikonfirmasi mengaku baru mendapat kabar adanya pemotongan bangkai kapal dari warga. Oman pun kebingungan dengan pagar di sekitar area pemotongan kapal. Pasalnya, tembok pagar yang tinggi membuat aktivitas di dalam area tersebut tak bisa mudah dilihat.

BACA :  Mobil Damri Terguling dan Hantam Toyota Avanza Hingga Terbakar di Depan Pom Saketi Pandeglang

“Ya, saya baru dapat info dari warga kalau kapal yang terbalik itu sudah dipotong,” katanya.

Oman mengaku tak tahu menahu apakah aktivitas scrapping tersebut sudah mengantongi izin atau belum.

“Kalau berapa lamanya, mungkin sejak pagar selesai ditembok. Tidak mungkin juga dipotong¬† kalau areanya terbuka,” ujarnya.

BACA JUGA: Kapal MT Mangun Jaya yang Bertabrakan dengan KMP Victorius 5 Dievakuasi

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten pun mengaku belum mendapat informasi soal pemotongan terhadap badan KMP Victorious. KSOP hanya mengeluarkan rekomendasi agar dilakukan evakuasi terhadap bangkai kapal.

“Tapi itu bukan untuk pemotongan ya, hanya untuk evakuasi saja,” tegas Kepala KSOP Banten, Abdul Aziz.

BACA :  Gerebek Rumah di Jl. H. Mean Tangerang, Polisi Sita 3,5 Kg Ganja

Evakuasi harus dilakukan agar bangkai kapal yang pernah beroperasi melayani penyeberangan Merak-Bakauheni tersebut tidak menggangu akitivitas alur di lokasi.

“Kita rekomendasikan untuk dievakuasi ke bibir pantai atau ke daratan supaya tidak mengganggu alur di lokasi itu. Jadi sekali lagi saya katakan, kita hanya mengeluarkan rekomendasi evakuasi bukan pemotongan,” jelasnya.

Aziz mengatakan, pihaknya akan segera ke lokasi utnuk melakukan pengecekan aktivitas tersebut.

“Saya tidak bisa ngomong banyak ya, karena saya belum ke lapangan,” tandasnya.

Selain diduga ilegal, lokasi yang digunakan pemotongan bangkai kapal juga diduga menyalahi aturan. Pasalnya, berdasarkan ketentuan pemotongan kapal dilakukan di dokking kapal. Aktivitas scrapping juga membuat objek wisata Pantai Pulorida tak bisa dikunjungi wisatawan dan warga setempat.

BACA :  Polisi Sebut Permohonan LBH soal Penangkapan Tersangka kasus Mayora Tidak Benar dan Keliru

Hingga kini, Kepala Cabang PT Bukit Samudera Perkasa, Hariman Jaya Saputera belum bisa dikonfirmasi awak media.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler