Connect with us

METROPOLITAN

Serikat Buruh Migran Banten Temui BP3TKI

Published

on

Serang – Setelah permohonan audiensi tak kunjung direspon, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBM), Selasa (11/4/2017), mendatangi Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI).

Ketua SBMI Banten, Maftuh Hafi Salim meminta BP3TKI bersinergi dalam hal pengawasan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Banten yang tak sedikit menghadapi masalah. Salah satunya, pengiriman TKI ilegal.

“Kita bisa berjalan bersama dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah masyarakat yang ingin menjadi TKI secara ilegal,” ujar Salim.

Selain gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakay, Salim juga menekankan agar pengawasan terhadap keberangkatan TKI.

“Jangan sampai tidak diawasi. Data-datanya harus diteliti,” ujarnya.

Kepala BP3TKI Serang, A. Gatot Hermawan mengaku, laporan-laporan tentang masalah yang dialami TKI asal Banten seperti gaji yang tidak diterima selalu ditangani dengan berkoordinasi ke KBRI.

“Kami sangat mengpresiasi. Akan tetapi, terkait pencegahan sudah sering kita lakukan dengan sosialisasi baik kepada masyarakat maupun kepada mahasiswa. Semua yang masuk ke kami langsung ditangani,” kata Gatot.

Gatot mengharapkan, elemen masyarakat terutama SBMI bisa bekerja sama terutama terkait dengan pengaduan-pengaduan dari masyarakat.

“Kami tidak bisa menjangkau ke semua daerah, untuk itu kami berharap SBMI bisa menjadi corong pengaduan masyarakat,” pintanya.

Selain pengiriman TKI ilegal, persolan lain yang dihadapi TKI asal Banten adalah pengiriman ke negara konflik, tindakan penyekapan oleh majikan, tidak digaji selama bekerja, pulang dalam keadaan depresi, hingga hilang kontak selama bertahun-tahun.(Nda)

Trending