Connect with us

METROPOLITAN

Dukung Tamasya Al Maidah, Pemuda Al Khairiyah Kerahkan Kader di Banten Kawal Pilkada DKI

Published

on

Serang – Himpunan Pemuda Al Khairiyah (HPA) akan mengerahkan kader-kadernya yang berada di daerah dekat dengan ibu kota Jakarta untuk ikut Tamasya Al Maidah, salah satunya Banten.

Ketua I DPP Himpunan Pemuda Al Khairiyah Zaenal Arifin mengatakan, kader HPA mempunyai kewajiban untuk memastikan pelaksanaan putaran kedua Pilkada DKI berjalan demokratis, tanpa intimidasi dan kecurangan.

“Sebagai satu elemen umat Islam, kami tentu mendukung pemimpin muslim di Jakarta. Himpunan Pemuda Al-Khairiyah pun mendukung gerakan Tamasya Al Maidah 51 serta mengimbau seluruh kader muda Al Khairiyah dari berbagai daerah datang ke Jakarta mengawal setiap TPS,” kata Zaenal kepada Banten Hits, Selasa (18/4/2017).

Selain DKI, Zaenal menyampaikan, kader yang akan dikerahkan untuk menuju Jakarta berasal dari Banten, Jawa Barat dan Lampung.

BACA :  Enam Restoran di Flavor Bliss Alam Sutera Disegel Satpol PP

“Khusus kader dari Banten, insya Allah ada 200 orang,” ucap Zaenal.

Kader yang berdomisili di DKI Jakarta diimbau datang ke TPS untuk menyalurkan hak suaranya dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah masing-masing.

“Dalam rangka ibadah dan menegakkan perintah Allah SWT dalam Surat Al Maidah 51, seluruh kader di DKI Jakarta diimbau untuk memilih gubernur muslim,” katanya.

Menurut pria asal Kabupaten Lebak ini, ribuan kader Al Khairiyah telah bersiap sejak Senin (17/4).

“Mereka akan terus bergerak ke Jakarta mengawal proses pemilihan dan penghitungan suara,” tambah Zaenal.

Tamasya Al Maidah sambung Zaenal merupakan gerakan penting yang harus dilakukan umat Islam. Ia menyayangkan massifnya kecurangan yang dilakukan oleh pasangan Ahok-Djarot tidak direspon oleh pihak berwenang.

BACA :  Keberatan Poin Bonus, Pengemudi Go-Car Serang Gelar Aksi Demo

“Fakta kecurangan massif sudah sangat nyata, bahkan sudah viral di berbagai media sosial, namun tindak lanjut dan ketegasan aparat sampai saat ini tidak jelas. Karena itu Pemuda Al Khairiyah bersama alumni 212 lainnya terpanggil untuk melibatkan diri demi mengamankan dan menciptakan proses demokrasi yang jujur dan adil di ibu kota negara,” tegas Zaenal.

Terkait larangan pengerahan massa jelang dan saat hari pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI, Rabu (19/4) oleh Kapolri, Zaenal tak ingin mempersoalkan hal itu.

“Kita hanya merasa menjadi bagian dari nilai-nilai yang kita anut, dan itu sifatnya hak azazi ya,” ujar Zaenal.

Tamasya Al Maidah dengan mengerahkan massa dalam jumlah besar dianggap menimbulkan kesan intimidasi terhadap pemilih di DKI, Zaenal menilai hal itu sebagai pendapat yang berlebihan.

BACA :  Kantongi Sabu di Tempat Hiburan, Pria Asal Sepatan Diciduk Polisi

“Itu kan prasangka ya, sejak kemarin saya pantau di Jakarta, fine-fina saja tuh,” tandasnya.

Pihaknya berharap aparat keamanan tidak menghalang-halangi keterlibatan umat Islam dalam menyukseskan demokrasi yang transparan dan berkeadilan.

“Kehadiran umat ini untuk mendukung kinerja aparat agar jalannya pemungutan suara lebih berjalan tertib dan minim pelanggaran, karena banyaknya pihak yang berpartisipasi dalam pemantauan dan pengawasan. Kader muda Al Khairiyah kita dorong juga berani mengungkap kecurangan yang ditemukan,” tegas Zaenala.(Nda)



Terpopuler