Connect with us

Pemkot Tangerang

Sachrudin Ajak Warga Lestarikan Olahraga Tradisional

Published

on

Tangerang – Budaya berolahraga tidak dapat tumbuh secara instan, namun melalui proses yang berjenjang dan berkesinambungan. Dimulai dari lingkungan terkecil sampai komunitas masyarakat yang lebih besar.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, saat membuka Peringatan HUT Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Tangerang ke-2, di Lapangan Ahmad Yani Kota Tangerang, Minggu (23/04).

“Lahirnya FORMI sekaligus menjadi yang sangat tepat dalam pembangunan olahraga lewat pemberdayaan dan peningkatan prestasi,” tutur Sachrudin.

Hal ini kata wakil selaras dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang ingin mewujudkan masyarakat Kota Tangerang sehat dan sejahtera.

“Ini salah satu bukti bagaimana kita ingin menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” jelasnya.

BACA :  Cara Sachrudin Berdialog dengan Pedagang Pasar Anyar

Oleh karena itu, Sachrudin mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan dan pelestarian olahraga tradisional yang telah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

“Kita harus terus lestarikan olahraga tradisional yang tumbuh dan berkembang di masyarakat,” ucapnya.

HUT FORMI ke-2 diawali dengan senam bersama yang diikuti sekitar 1.000 masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya. Acara seremoni peringatan HUT FORMI juga ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan balon oleh Sachrudin didampingi Ketua Umum FORMI Kota Tangerang, Marsudi.

Lebih lanjut wakil juga mengatakan pemberdayaan harus terus dilakukan sehingga olahraga tradisional ini tidak punah karena memiliki tujuan untuk mempererat tali silahturahmi antar masyarakat Kota Tangerang.

BACA :  Sachrudin Pilih Istigasah di Al Azhom saat Aksi 4 November, Ini Pesannya

“Apalagi banyak filosofi yang terkandung dalam olahraga tradisional yang kita punya, mulai dari dagongan, gobak sodor sampai egrang yang melambangkan bahwa seorang pemimpin yang sukses itu harus mau lihat ke bawah atau masyarakat, kalau lihat ke atas pasti jatuh,” paparnya.

Olahraga tradisional juga memiliki akar budaya yang tidak boleh hilang begitu saja, namun lewat pelestarian dan pemberdayaan mampu memperkuat silahturahmi, dan tentunya membawa dampak peningkatan kesehatan masyarakat.
 
Sementara itu, Marsudi menjelaskan, peringatan FORMI akan tetap mempertandingkan cabang-cabang olahraga seperti dagongan, jalan terompah, egrang dan perlombaan lainnya.

“Insya Allah nanti di bulan Mei kita akan selenggarakan lombanya,” terangnya.

“Ini merupakan bagian dari usaha pembinaan dalam rangka menjaring atlet-atlet tangguh yang bisa berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.(Humas Pemkot Tangerang)

BACA :  Pesan Sachrudin dalam Pengajian Ramadan di Al Azhom



Terpopuler