Connect with us

METROPOLITAN

Penertiban PKL di Pandeglang Diwarnai Adu Mulut

Published

on

Pandeglang – Tak mau kawasan di Kabupaten Pandeglang semeraut, pemerintah mulai merapihkan Pasar Pandeglang sampai Pasar Batu Bantar. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kabupaten Pandeglang menggelar penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di trotoar Jalan Lintas Provinsi itu, Rabu (26/4/2017).

 

Namun, ketika Satpol PP menertibkan PKL yang di Pasar Badak Pandeglang, sempat terjadi adu mulut dengan PKL yang berjualan di pasar tersebut, dengan alasan tidak ada tempat untuk berjualan, dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Bukannya kita tidak mau mengikuti aturan dari pemerintah, tapi kami harus berjualan dimana?, sedangkan tidak ada tempat lagi, kita siap di pindahkan asal sediakan tempatnya,” ucap Aji Santoso, salah satu PKL.

BACA :  Hawa Panas yang Keluar di Rumah Warga Kampung Nelayan Masih Jadi Misteri, Polisi Lapor ESDM

Aji mengaku, dari zaman Ahmad Dimyati memimpin Pandeglang baru kali ini mendapat perlakuan kasar dari Satpol PP, masih kata Aji, waktu zaman Dimyati Sampai Erwan Kurtubi hanya menyuruh tutup saja bukan pindah, itu pun kalau mau kedatangan tamu.

“Selama ini gak ada sosialisasi, relokasi pemindahan tempat, cuma gitu-gitu aja di suruh tutup dan pindah,” kata Aji.

Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Kantribmas) Satpol PP Pandeglang, Entong Haromaen menjelaskan, dirinya tidak mempunyai kewenangan untuk relokasi, karena pihaknya hanya melakukan tugas menegakan Perda.

“kalau untuk relokasi silahkan saja berhubungan dengan Dinas Perindustrian Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar, kita mah tidak mempunyai kewenangan untuk itu,” tandasnya.(Zie)

BACA :  Mitsubishi Pajero Hilang Kendali di Tol Tangerang-Merak, Pengemudi Tewas Dua Luka



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler