Connect with us

METROPOLITAN

Gusur PKL, Pemkab Pandeglang Belum Siapkan Lahan untuk Relokasi

Published

on

Pandeglang – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sekitar Pasar Badak dan Batu Bantar Pandeglang kerap menjadi sasaran penertiban petugas Satpol PP.

Alasan mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum, menjadi dasar Pemkab Pandeglang membongkar lapak-lapak milik PKL yang berada di atas trotoar dan bahu jalan.

Bukan tanpa alasan pula para PKL berjualan di lokasi-lokasi tersebut. Meski mengakui bahwa tempat tersebut bukan diperuntukkan untuk mencari rezeki, namun tak ada tempat untuk berjualan menjadi penyebab pedagang nekat berjualan.

Sayangnya, langkah tegas Pemkab Pendeglang menggusur pedagang tersebut tanpa mempersiapkan solusi agar pedagang bisa berjualan dengan tenang tanpa dibayangi dengan ketakutan dagangannya kembali diangkut petugas.

BACA :  Hati-hati, Dua Perumahan di Kota Serang Ini Rawan Pencurian

Pemerintah daerah setempat pun mengaku kesulitan mencari lahan untuk relokasi PKL.

“Kita ada dua lokasi yakni di lingkungan Perhutani dan Gedung Juang. Tapi, dua titik itu kita siapkan untuk pusat kuliner,” kata Bupati Pandeglang Irna Narulita, Selasa (2/5/2017).

Menurutnya, penertiban terhadap PKL harus dilakukan untuk menciptakan kebersihan, ketertiban dan kenyamanan.

Soal nasib PKL yang digusur, Irna mengaku akan merapatkannya dengan jajaran dinas terkait.

“Yang pasti kami carikan tempat biar mereka tidak pindah-pindah lagi. Nanti kita bahas termasuk dengan Pak Sekda,” pungkasnya.(Nda)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler