Connect with us

METROPOLITAN

Soal Karyawan Perguruan Tinggi LEPISI, Disnaker: Itu Pelanggaran Hak Normatif

Published

on

PERGURUAN TINGGI LEPISI

Perguruan Tinggi LEPISI, di Jalan KS Tubun, Pasar Baru, Kota Tangerang. (Foto: google)

Tangerang – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Tangerang menyebut karyawan Perguruan Tinggi LEPISI yang digaji Rp 900 ribu – 1,5 juta setiap bulan adalah bentuk pelanggaran hak normati tenaga kerja.

“Itu pelanggaran hak normatif ya. Gaji di bawah UMK itu (pelanggaran) hak normatif,” kata Kepala Disnakertrans Kota Tangerang Rakhmansyah melalui sambungan telepon seluler kepada Banten Hits, Jumat (5/5/2017).

Rakhmansyah menyarankan, serikat pekerja atau karyawan di Perguruan Tinggi LEPISI mengadukan hal tersebut ke Koordinator Pengawasan Disnakertrans Provinsi Banten. Pasalnya, fungsi pengawasan saat ini sudah tidak ada di tingkat kabupaten dan kota.

BACA :  BMKG Pasang Alat Pendeteksi Tsunami, Bupati Pandeglang Minta Camat dan Kades Siapkan Kentungan

“Buat laporan ke pengawasan provinsi,” ucap pria yang pernah menjabat Sekda Kota Tangerang ini.

Sebelumnya, ratusan karyawan perguruan tinggi LEPISI yang beralamat di Jalan KS Tubun, No.11, Pasar Baru, Kota Tangerang diduga tak digaji secara manusiawi. Mereka hanya menerima upah setiap bulan Rp 900 ribu-Rp1,5 juta.

BACA JUGA: Karyawan Perguruan Tinggi LEPISI Diduga Digaji Tak Manusiawi

Angka tersebut jauh dari upah minimum Kota Tangerang 2016 sebesar Rp 3.045.950. Selain digaji di bawah upah minimum yang ditetapkan Pemerintah Kota Tangerang, karyawan Perguruan Tinggi LEPISI juga tak disertakan dalam BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Karyawan tak bisa bersuara karena takut,” kata R, salah seorang karyawan di perguruan tinggi LEPISI yang sudah bekerja lebih dari dua tahun di tempat itu kepada Banten Hits, Kamis (27/4/2017).

BACA :  Tiga Pelajar SMAN 3 Rangkasbitung Bela Lebak di LCC Tingkat Banten

LEPISI membantah pihaknya telah memperlakukan karyawannya secara tak manusiawi. Menurut mereka, karyawan LEPISI merupakan karyawan magang. Mereka mendapat fasilitas pendidikan gratis dari LEPISI.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler