Connect with us

METROPOLITAN

Banten Kirim Lima Pemuda pada Program Pertukaran Pemuda

Published

on

Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengirim lima pemuda peserta program Pertukaran Pemuda antar Negara (PPAN) 2017.

Kelima peserta ini merupakan hasil dari serangkaian seleksi yang dilakukan sejak April terhadap empat puluh pemuda di Provinsi Banten.

“Peserta seleksi berasal dari delapan kabupaten/kota di Banten.  Setelah melalui proses panjang dan perekapan nilai, kini kita sudah memiliki lima pemuda-pemudi terbaik banten  yang akan dikirim ke pusat,” kata Kepala Dispora Banten Deden Apriandhi, saat menerima kunjungan lima peserta PPAN, Senin (8/5/2017).

Deden menjelaskan, PPAN merupakan program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang bertujuan menggali potensi kader pemuda melalui kerja sama internasional.

BACA :  UAS Akan Hadiri Tabligh Akbar di Alun-alun Pandeglang 25 Januari 2019

“Ini tentu sebuah prestasi buat adik-adik mewakili pemuda di Banten. Saya ingin pemuda-pemuda yang berpestasi ini bisa memotivasi pemuda lainnya,” harapnya.

Kelima peserta ini akan mengikuti program PPAN ke negara berbeda. Dimas Andra Saputra ke Australia, Archi Cherrya Oktiandini ke Asean dan Jepang, Azzahra Mustika Herlambang ke Kanada, Qoid Faiz Rabbani ke Malaysia dan Rizal Noor Maulana ke India. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan berbeda, seperti pengajar, dokter, karyawan swasta, wiraswasta dan mahasiswa.

“Lima pemuda ini bagian dari pemerintah yang akan membawa nama baik Banten di dunia international. Tentu saya berpesan mereka bisa membantu pemerintah mempromosikan potensi-potensi yang dimiliki Banten, mulai dari wisata, budaya, ekonomi dan lain-lain. Tunjukan ke masyarakat, bahwa kalian adalah duta-duta terbaik Banten,” paparnya.

BACA :  Perbaikan Jembatan Malanggah-Bojong Catang Serang Butuh Rp1,5 Miliar

Sementara itu, Sekretaris Dispora Banten Ai Dewi Suzana menambahkan, peserta yang lolos masih menunggu keputusan Kemenpora terkait keberangkatan. Pasalnya, segala keperluan dan keberangkatan dari provinsi hingga ke negara tujuan menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat.

“Rencananya Juni berangkat, tetapi mulai dari sekarang kita (dispora-red) support mereka. Mereka harus menjaga nama baik keluarga, dan masyarakat Banten dan Indonesia umumnya,” ucapnya Ai.

“Mereka juga harus bisa belajar dari negara lain, dan menambah pengalaman. Mudah-mudahan sekembalinya dari sana mereka juga bisa membuat peluang kerja dan membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda Banten lainnya,” ucapnya.

Qoid Faiz Rabbani mengaku sangat bangga dan senang. Pemuda asal Kabupaten Tangerang ini mengatakan, program ini bukan dimanfaatkan untuk jalan-jalan, namun lebih ke proses pembelajaran yang akan diperoleh.

BACA :  Polda Banten Prediksi Antrian Kendaraan Kembali Terjadi di Pelabuhan Merak saat Puncak Arus Mudik

“Saya akan mencari potensi atau peluang usaha yang bisa dibawa dari sana, kemudian diaplikasikan di Banten,” katanya.(Nda)



Terpopuler