Connect with us

METROPOLITAN

Kades Pulau Panjang Diduga Selewengkan Alokasi Dana Desa

Published

on

Serang – Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016 yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang kepada Desa Pulau Panjang, Kecamatan Pulo Ampel diduga diselewengkan kepala desa (kades) setempat.

Ketua Lembaga Pengembangan Masyarakat (LPM) Pulau Panjang Abdul Hasan mengatakan, dari Rp2,44 Miliar ADD yang dialokasikan Pemkab Serang untuk Pulau Panjang, sebesar Rp1,3 Miliar lebih dana yang diduga diselewengkan.

“Pada bulan April 2017 ini sempat jadi temuan inspektorat saat dilakukan audit. Jadi ini hasil inspektorat bukan hasil saya. Meski menjadi temuan, tetapi belum ada tindak lanjut,” kata Hasan, di Kantor PWI Banten, Senin (15/5/2017).

Dari hasil pemeriksaan tersebut, ada lima belas alokasi kegiatan dari ADD yang diduga diselewengkan. Tak hanya itu, kades juga didugua telah memalsukan tanda tangan bendahara desa sebanyak 6 kali dari 9 kali pencairan.

BACA :  Anggota Polisi di Pandeglang Ditusuk Orang Tak Dikenal Saat Pengamanan Jalur Pos Mandalawangi 

“Seharusnya pencairan dilakukan oleh kades dan bendahara. Tapi justru itu dilakukan sendiri oleh kades,” ungkapnya.

Ia meminta dana yang diduga telah diselewengkan tersebut dikembalikan kepada masyarakat serta menutut Kades Pulau Panjang mundur.

“Apakah itu adan pemalsuan tanda tangan dan indikasi lain silahkan pihak berwajib,” ucapnya.

Dirinya berharap, dugaan penyelewengan ADD ini bisa segera diselesaikan oleh inspektorat. Pasalnya, ADD tahun 2017 belum bisa dicairkan lantaran terhambat oleh SPJ ADD tahun 2016.

Hasan mengatakan, warga sudah pernah melayangkan surat pengaduan langsung ke Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Sayangnya, hingga saat ini tak kunjung mendapat respon.

“Sampai sekarang belum ada kejelasan, termasuk juga ditujukan ke kejaksaan,” tutupnya.(Nda)

BACA :  Ancam Ungkap Penyelewengan Dana Desa, 'Penyidik' Mabes Polri dan 'Wartawan' Peras Pejabat Desa di Balaraja Rp 700 Juta



Terpopuler