Connect with us

METROPOLITAN

Wahidin Halim: Kita Buktikan Banten Tidak Terbelakang

Published

on

Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim menghadiri Sidang Senat Terbuka Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin (IAIN SMH) Banten Wisuda Sarjana XXI & Pascasarjana IX Tahun Akademik 2016/2017, di Ciceri, Kota Serang, Sabtu (20/5/2017).

 

Selain Wahidin Halim, sidang juga dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur, Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo.

Bersama wakilnya Andika Hazrumy, Wahidin Halim menegaskan komitmennya meningkatkan akses pendidikan di Banten. Salah satunya agar tidak ada lagi siswa SMK yang menumpang di gedung SD.

“Saya akan bangun dunia pendidikan di Banten sesuai dengan program saya, akan kita buktikan Banten tidak terbelakang,” tegas mantan wali kota Tangerang ini.

BACA :  Waspada ! Serpong dan Pondok Aren Masuk Zona Rawan Kejahatan

Wahidin mencontohkan, bagaimana Sultan Ageng Tirtayasa memulai pembangunan dengan pendidikan. Pendidikan Islam berkembang dan ilmu pengetahuan juga berkembang di Banten. Untuk itu, ia optimias pendidikan di Banten akan maju dan berkembang serta sejajar dengan daerah lain.

“Banyak orang cerdas di Banten, profesor, doktor. Tapi mereka enggak mau pulang kampung karena nyaman di kota lain. Saya berharap sumbangsih mereka untuk kemajuan Banten,” tuturnya.

Ia berpesan kepada para wisudawan untuk bisa menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk berjuang memajukan pembangunan di lingkungannya.

“Lulusan IAIN harus membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka bisa membangun desanya,” serunya.

“Selama ini saudara-saudara kita masih banyak sekolah di luar Banten, nanti kita perkenalkan jika di Banten banyak lembaga pendidikan berkualitas, salah satunya IAIN Banten,” tambahnya.

BACA :  Empat Rumah di Cikeusal Serang Rusak Terdampak Fenomena Pergeseran Tanah

Pengembangan sistem pelayanan berbasis Informasi Teknologi harus sudah mulai diterapkan di setiap lembaga birokrasi agar pelayanan semakin efektif dan efisien.

“Bagaimana birokrasi di backup dengan sistem teknologi yang bagus. Persaingan investasi akan terus menerus mendunia, memperebutkan pasar dan ini tidak bisa lagi dilakukan secara manual. Kalau tidak bisa mengantisipasi ini, kita akan ketinggalan,” papar Asman.

Sistem pelayanan berbasis teknologi juga harus mudah diakses oleh masyarakat agar laporan dan keluhan bisa dengan mudah disampaikan.

“Ini tantangan, bagaimana merubah cara berfikir yang konvensional ke arah modern,” jelasnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler