Connect with us

METROPOLITAN

Penanganan Kekerasan Terhadap Anak Tak Boleh Jalan di Tempat

Published

on

Pandeglang – Maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak harus disikapi secara serius. Butuh kerja sama antara pemerintah dan stakeholder serta peran serta masyarakat untuk menangani kasus tersebut.

 

Keberadaan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di setiap daerah diharapkan mempunyai kontribusi besar dalam menangani persoalan yang mengancam para generasi penerus.

“LPA harus memberikan solusi agar kasus kekerasan anak di Pandeglang bisa terus diminimalisir,” kat kepala DP2KBP3 Padneglang, Dede Kusnawan, saat pelantikan dan upgrading LPA Pandeglang, Kamis (25/5/2017).

Dede mengatakan, lahirnya Perda Perlindungan Anak di Pandeglang juga seharusnya mampu mendorong upaya-upaya konkrit dalam mengatasi persoalan tersebut. Termasuk melindungi anak dari predator seksual.

BACA :  Kehabisan Bekal saat Merantau, Mahasiswa Nekat Rampas Motor di Batuceper

“Masalah ini krusial, penanganannya tidak boleh jalan di tempat. Harus ada langkah solutif agar anak-anak tak lagi merasa terancam dan tenang melakukan aktivitasnya sehari-hari,” ujarnya.

Ketua LPA Pandeglang Mohamad Kholid berharap, kehadiran LPA dapat membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi anak.

“Mata rantai kasus kekerasan anak ini yang harus kita putus, penangannya pun harus dilakukan dengan baik,” tuturnya.

Kerja keras semua pihak dan pemangku kebijakan diharapkan mampu mewujudkan Pandeglang sebagai kota layak anak yang menjamin hak-hak anak.(Nda)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler