Connect with us

EKONOMI & BISNIS

KPPIP Sebut Tol Serang-Panimbang Kunci Perkembangan KEK Tanjung Lesung

Published

on

Pandeglang – Jalan Tol Serang-Panimbang merupakan satu dari proyek strategis nasional Pemerintah Pusat yang berada di Provinsi Banten.

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) telah melakukan koordinasi antar lembaga guna memastikan proyek tersebut rampung pada tahun 2019.

Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo mengatakan, ruas tol Serang-Panimbang akan menjadi bagi perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, di Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Maka dari itu, keberadaannya harus mampu bersinergi.

“Wisatawan yang menuju KEK Tanjung Lesung dari Jakarta bisa menghidupkan traffic tol Serang-Panimbang, dan sebaliknya tol bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang selama ini memang terkendala waktu tempuh,” kata Wahyu dalam siaran pers yang diterima Banten Hits, Selasa (6/6/2017).

BACA :  Pedagang Pasar Tanah Tinggi Protes Kenaikan Harga Sewa Lapak

Wahyu mengaku, ruas tol sepanjang 83,9 kilometer tersebut akan mampu memangkas waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung.

“Paling tidak tiga jam sampai ke sini, seperti dari Jakarta ke Bandung,” ujarnya.

Sejalan dengan program pemerintah dalam kemudahan investasi, Wahyu optimis ruas tol tersebut akan lebih menarik investor untuk berinvestasi.

“Tol Serang-Panimbang ini jadi kunci. Termasuk membuka keterisoliran di Banten selatan,” jelasnya.

Sebelum berkunjung ke KEK Tanjung Lesung, Sabtu (3/6), Wahyu bersama Asisten Deputi Transportasi Kementerian Koordintaor Perekonomia Tulus Hutagalung dan Direktur Program KPPIP Rainier Haryanto menggelar rapat bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk membahas bottlenecking proyek tersebut.

BACA :  Deadlock, Siang Ini Besaran UMK Tangsel Kembali Digodok

“Sebagian besar pembebasan lahan di Kabupaten Serang sudah dilakukan, akan tetapi untuk di Pandeglang memang masih butuh upaya lebih keras.

Selain menjadi akses ke KEK Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon, proyek dengan nilai investasi Rp11,3 Triliun ini diharapkan mengurangi biaya logistik pengiriman barang dari kawasan industri di Pandeglang menuju pelabuhan Jakarta maupun sebaliknya.(Nda)



Terpopuler