Connect with us

METROPOLITAN

Pasien Meninggal, Puskesmas Sajira Lebak Dinilai Tak Optimal Tangani Pasien

Published

on

Lebak – Dade Hidayat (55) warga Kampung Sajira Barat meninggal dunia di Puskesmas Sajira, Kabupaten Lebak, Senin (5/6/2017) lalu.

Dade meninggal sekitar pukul 23.00 WIB. Keluarga membawanya ke puskesmas sekitar pukul 11.00 WIB karena menderita diare.

“Pas datang ke puskesmas, perawat memang langsung memberikan infus kepada pasien. Beberapa jam kemudian, pasien mengalami kejang-kejang. Menurut perawat hal itu biasa,” kata Koswara kakak kandung Dede, Rabu (7/6).

Kata Koswara, perawat tak bisa bisa berbuat apa-apa lantaran harus menunggu instruksi lanjutan dari dokter. Namun saat itu, tak ada satu pun dokter yang terlihat.

“Yang kami sesalkan adalah kenapa selama hampir 12 jam itu, tidak ada penanganan yang serius dari dokter. Ternyata, kata salah seorang petugas, dokter sedang tidak ada di tempat,” ujar Koswara.

BACA :  Lebak Ditetapkan Sebagai Daerah Peduli Hak Asasi Manusia

Koswara khawatir jika ke depan penanganan yang seadanya saja oleh pihak puskemas juga menimpa pasien lainnya.

“Bagaimana warga mau sehat kalau penanganannya seperti ini. Soal pasien meninggal itu kami tak persoalkan, tapi yang kami sayangkan adalah tidak tanggapnya petugas medis dan dokter menangani pasien,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas DPT Kecamatan Sajira, dr Robert saat dihubungi melalui telepon selulernya membantah jika petugas menterlantarkan pasien.

”Tidak benar! Waktu pasien datang langsung kita tangani dengan memberikan infus dan langsung dilakukan observasi medis. Bahkan yang menyuruh perawat untuk lakukan pemberian infus itu saya. Setelah kami cek, ternyata tekanan darah pasien lemah dan hanya mencapai tekanan sekitar 80. Karena dehidrasi, kami coba terus lakukan perawatan secara intensif,” papar Robert.

BACA :  Belum Sebulan, 7 Kasus Kejahatan di Lebak Diungkap Team Serigala

Pihaknya juga tak bisa merujuk pasien ke rumah sakit mengingat kondisi pasien dan jarak antara puskesmas dengan rumah sakit yang cukup jauh.

“Ya, kami tidak bisa merujuk karena keadaan pasien darurat, belum lagi jarak ke rumah sakit kan jauh,” tandasnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler