Connect with us

METROPOLITAN

Ini Penjelasan Krakatau Steel Terkait Buruh yang di-PHK karena Tuntut THR

Published

on

Cilegon – Surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditulis Arif Setiawan di laman facebook miliknya menjadi viral.

Melalui surat terbuka itu, Arif yang mengaku sebagai buruh PT Krakatau Engginering (KE) dipecat setelah menanyakan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pimpinannya. Tak hanya Arif, ada ratusan buruh lainnya yang mengalami hal serupa.

Menanggapi postingan tersebut, Corporate Secretary PT Kratakatau Steel (KS) Arief Budiman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/6/2017), membantah hal tersebut.

“Kami ingin mengklarifikasi, bahwa berita tersebut sama sekali tidak benar. PT KS maupun anak-anak perusahaannya tidak melakukan PHK kepada karyawan,” kata Arief.

BACA JUGA: Buruh Krakatau Engginering di-PHK karena Tanya THR, Tulis Surat Terbuka kepada Jokowi di FB

BACA :  Begini Cara Efektif Cegah Anak dari Paparan Konten Pornografi Versi Kemen PPPA

Soal status Arif, ia menjelaskan jika Arif merupakan buruh lepas yang bekerja di perusahaan PT Sentra Karya Mandiri (SK), di mana perusahaan tersebut adalah salah satu sub-kontraktor Krakatau Engginering.

“Arif Setiawan bukan karyawan PT KS maupun KE, melainkan salah satu pekerja harian lepas dari SKM yang bekerja di area Gas Holder, bagian dari project blast furnace. Oleh karena statusnya sebagai pekerja harian lepas, maka upahnya dibayar berdasarkan jumlah hari masuk bekerja,” bebernya,

Ia juga membantah jika kartu identitas perusahaan yang turut diunggah Arif merupakan kartu identitas KE.

“Badge yang beredar bukan badge Karyawan, melainkan tanda pengenal atau clearance ID untuk bisa masuk ke lokasi project,” ujarnya.

BACA :  Hari Ini, Anak Rano Karno Penuhi Panggilan Polisi

“Adapun mengenai THR, pembayaran THR kepada tenaga kerja yang dipekerjakan oleh SKM untuk melaksanakan porsi pekerjaan dalam proyek BF merupakan kewajiban dan tanggung jawab SKM yang dihitung dan dibayar sesuai ketentuan dan perundang-undangan tenaga kerja yang berlaku,” pungkas Arief.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh