Connect with us

METROPOLITAN

Kesbangpol Pandeglang: Wawasan Kebangsaan Berperan Cegah Paham Radikal

Published

on

Pandeglang – Penangkapan sejumlah orang terduga teroris di Kabupaten Pandeglang mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah setempat.

Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pandeglang menilai, sejumlah orang yang diamankan Densus 88 Antiteror karena diduga terlibat jaringan teror merupakan korban doktrinasi dari gerakan radikalisme.

“Mereka bukan pelaku, tapi korban. Banyak faktor, mulai dari ekonomi dan rendahnya wawasan kebangsaan. Sekarang ini lemah, harus diperkuat lagi melalui Pancasila, UU 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” kata Kepala Kesbangpol Pandeglang, Agus Priyadi Mustika, dalam kegiatan pembekalan wawasan kebangsaan bagi kepala desa, di gedung pendopo bupati, Kamis (6/7/2017).

Kata Agus, wawasan kebangsaan mempunyai aperan penting guna menangkal paham menyimpang. Masyarakat diimbau agar tetap waspda terhadap gerakan-gerakan yang berpotensi memecah belah kesatuan bangsa.

“Maka dari itu, wawasan kebangsaan penting diberikan agar masyarakat mampu mempertahankan empat pilar tersebut,” tuturnya.

Agus meminta RT/RW agar pro-aktif mendata setiap pendatang dan kembali menghidupkan Siskamling. Gerakan-gerakan radikal bisa diminimalisir jika semua warga di lingkungannya masing-masing sudah melakukan antisipasi dini.

“Kalau sudah terjadi akan sulit meredam. Saya berharap, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh orang-orang yang baru dikenal,” pintanya.(Nda)

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending