Connect with us

WISATA

Pemkab Pandeglang Gandeng MUI Cegah Dampak Negatif Pariwisata

Published

on

Pandeglang – Sektor pariwisata terus digenjot Pemkab Pandeglang agar memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, tak dipungkiri jika tempat wisata rentan disalahgunakan untuk kegiatan negatif semisal asusila, miras dan narkoba.

“Madaratnya pasti ada. Makanya, kita kerja sama dengan MUI untuk mencegah dampak negatif itu agar nama baik Pandeglang sebagai kota sejuta santri dan seribu ulama terjaga,” ujar Bupati Pandeglang, Irna Narulita, Selasa (11/7/2017).

Selain itu, pemerintah daerah juga mensosialisasikan kepada camat yang masuk dalam buffer zone terkait perkembangan peradaban modern dari berbagai sektor khususunya Pariwisata. Budaya seperti membuang sampah pada tempatnya penting dilakukan agar kebersihan terjaga dan membuat nyaman pengunjung yang datang ke Pandeglang.

BACA :  Digelar 13-18 Oktober, Berikut Rangkaian Sawarna Best Festival

“Kita akan menjadi modern, peradaban semakin maju, tapi sebagai kota santri, kota alim ulama, kita harus jaga kampung kita agar kondusif biar investor mau masuk ke sini,” jelas Irna.

Terpisah, Kepala Kantor Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Joyce Irmawanti mengaku, telah berupaya mengantisipasi dampak negatif pariwisata. Upaya itu dilakukan dengan larangan mengkonsumsi miras di area publik

“Kami tidak izinkan, itu upaya kami untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,” katanya.

“Selama sifatnya individu alias tidak di zona bebas, itu tidak bisa kita larang karena hak privasi,” tukasnya.(Nda)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh