Connect with us

METROPOLITAN

Bos TangCity Disebut Ungkap dalam BAP Aliran Dana Pasar Babakan ke Pejabat

Published

on

Tangerang – Penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan pemanfaatan lahan negara milik Kementerian Hukum dan HAM yang dijadikan Pasar Babakan, di Cikokol, Kota Tangerang oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang hingga saat ini belum menghasilkan perkembangan signifikan, bahkan cenderung seperti jalan di tempat.

Lambannya penanganan perkara yang disebut melibatkan banyak orang berpengaruh di Provinsi Banten ini membuat Koordinator Komite Independen Penyelamat Anak Bangsa, Haris AB yang melaporkan kasus ini menemui Jaksa Agung M. Prasetyo.

“Kami kecewa penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sudah kasat mata di Pasar Babakan sudah delapan bulan tidak ada perkembangan di Kejaksaan Negeri Tangerang. Senin (11/7/2017) kami akan menemui Jaksa Agung untuk melaporkan lambatnya penanganan kasus ini,” terang Haris kepada Banten Hits, Minggu (10/7/2017) pagi.

BACA JUGA: Penyelidikan Pasar Babakan Mandek, Pelapor Akan Temui Jaksa Agung

Sumber Banten Hits yang mengaku mendapatkan pernyataan langsung dari pejabat di lingkup Kejari Tangerang menyebutkan, Direktur PT Panca Karya Griyatama Yogi Yogaswara yang mengelola Pasar Babakan, telah mengungkap dalam berita acara pemeriksaan (BAP) ke penyidik Kejari Tangerang pihak-pihak yang selama ini rutin menerima aliran dana dari Pasar Babakan.

BACA :  Sebulan, Polisi Ringkus 7 Pengedar Narkoba di Lebak 1 Diantaranya di Bawah Umur

“Yogi sudah buka semua. Dia tidak mau masuk (penjara) sendiri,” kata sumber Banten Hits dalam wawancara by phone, Jumat (8/7/2017).

Kepada Banten Hits, Yogi Yogaswara yang dikenal publik sebagai ‘Bos’ TangCity, mengakui dirinya sudah lima kali diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Tangerang terkait kasus Pasar Babakan.

“Iya diperiksa. Bolak-balik. Sudah lima kali (diperiksa),” kata Yogi lewat telepon selulernya, Rabu (12/7/2017).

Namun, Yogi tak menjawab secara tegas saat ditanya sudah mengungkap nama-nama pejabat yang mendapat aliran dana dari Pasar Babakan dalam BAP.

“Pokoknya semuanya bagaimana baiknya (sudah dijelaskan ke penyidik). Saya juga tidak berminat mengelola (Pasar Babakan lagi). Saya harus serahkan ke pemda, pemdanya belum siap,” terang Yogi.

BACA :  Ini Hasil Autopsi Tiara, Salah Satu Korban Pembunuhan di Periuk Tangerang

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Tangerang Teungku Firdaus menolak memberikan pernyataan terkait informasi Yogi sudah menyebut sejumlah nama dalam BAP. Firdaus hanya menyarankan Banten Hits menemuinya di Kejari Tangerang.

“Ke kantor saja,” jawab Firdaus singkat lewat SMS, Senin (11/7/2017).

Saat Banten Hits mencoba menemui Firdaus di Kejari Tangerang Senin siang, pria yang akan segera dipindah-tugaskan ke Lampung ini sedang tidak ada di kantor. Dia menyarankan Banten Hits kembali Selasa. Namun, lagi-lagi Firdaus tak bisa ditemui karena ada keperluan mendadak.

Hingga berita ini dipublish, Banten Hits masih terus mengupayakan penjelasan resmi dari Kejari Tangerang soal perkembangan penyelidikan Pasar Babakan.

Berdasarkan penelusuran dokumen yang dimiliki Banten Hits, aliran dana dari hasil pengelolaan Pasar Babakan mengalir ke sejumlah oknum mulai dari penegak hukum, aparat negara, hingga aktivis LSM.

BACA JUGA: Sekali “Gebrak” Oknum LSM Dapat Rp 10 Juta dari Pengelola Pasar Babakan

BACA :  Keluarga Murid Pembacok Guru dan Ketua Yayasan Darussalam Panongan Serahkan Proses Hukum ke Kepolisian

Bahkan, dalam laporan pengeluaran bulanan PT Panca Karya Griyatama disebutkan, ada uang koordinasi rutin mengalir untuk Pemkot Tangerang selama kurun 2011 sebesar Rp 5.235.100.

BACA JUGA: Pemkot Tangerang Diduga Terima Suap Pasar Babakan

Saat menggelar aksi teatrikal sekaligus melaporkan kasus Pasar Babakan ke Komisi Pemberantasan Koropsi, Kamis (26/1/2017) lalu, Aliansi Masyarakat Antikorupsi Kota Tangerang (Almakota) menyebut, Wahidin Halim yang menjadi Wali Kota Tangerang selama dua periode diduga mendapatkan gratifikasi dari pengelola Pasar Babakan. 

BACA JUGA: WH Diduga Terima Gratifikasi dari Pengelola Pasar Babakan lewat Istri

“Berdasarkan penelusuran, dugaan suap yang rutin diterima sepanjang 2010-2011 tersebut merupakan cicilan mobil Toyota Fortuner yang saat ini dimiliki F, anak WH,” terang Muhammad Lutfi Khakim, aktivis yang tergabung dalam Almakota.

Hingga kasus ini bergulir, Wahidin Halim yang saat ini menjabat Gubernur Banten, tak pernah bersedia memberikan penjelasan resmi soal Pasar Babakan.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler