Connect with us

METROPOLITAN

Pemkot Tangerang Berharap Pembangunan Jalan Mookervart Dipercepat

Published

on

Tangerang – Proyek pembangunan jalan pada sisi selatan Kali Mookervart untuk mengurangi kepadatan kendaraan dari Tangerang menuju Jakarta bisa dipercepat.

Salah satu yang dilakukan Pemkot Tangerang agar proyek tersebut bisa cepat dilakukan dengan menemui pihak-pihak terkait, terutama pihak yang lahannya terdampak proyek yang berasal dari dana hibah Pemprov DKI Jakarta.

Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan, pembangunan jalan membutuhkan lahan. Ia berharap, kontribusi perusahaan yang terkena proyek tersebut.

“Segera tindak lanjuti dan lakukan pengejannya ya Pak Sigit,” kata Sachrudin kepada pimpinan proyek saat menemui pelaksana proyek PT Moderna Teknik Perkasa, dan PT Multi Bintang Indonesia serta PT Era Prima selaku perusahaan yang terkena proyek jalan sepanjang sekitar 4,1 kilometer dari flyover Tanah Tinggi (SDN Tanah Tinggi) hingga perbatasan Jakarta, (Perumahan Budi Indah), Kamis (3/8/2017).

BACA :  Siswa di Pandeglang Sambut Kedatangan Bupati, KBM Belum Berjalan

Sachrudin menjelaskan, Pemkot Tangerang terus berupaya koordinasi untuk menghasilkan win-win solution agar di dalam pelaksanaannya tidak ada pihak yang dirugikan.

“Terima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang sangat kooperatif dalam pelaksanaan proyek ini,” ucap Sachrudin dilansir dalam siaran pers Humas Pemkot Tangerang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Nana Trisyana menjelaskan, jalan sisi selatan Mookervart telah ditetapkan sebagaia jalan kota dalam Perda Nomor 6 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Tahun 2012–2023.

“Pembangunan jalan sisi selatan Mookervart bertujuan untuk manambah kapasitas pergerakan lalu lintas di Daan Mogot sehingga akan turut mengurai kepadatan lalu-lintas, khususnya di pagi dan sore hari,” katanya.

BACA :  Koramil 0304 Sajira Ajak Masyarakat Galakan Jumsih

Proyek tersebut menggunakan sistem multiyears dan dikerjakan selama dua tahun, mulai 2016–2017. Dengan lebar 20 meter, termasuk median jalan dan trotoar. Di mana untuk jalan selebar 11,5 meter (dua jalur), sisanya untuk trotoar dan median jalan, di sebelah kanan dan kiri serta saluran air.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler