Connect with us

METROPOLITAN

Rumah Pasutri di Cibadak Lebak Ambruk, Pemkab Diminta Segera Bertindak

Published

on

Lebak – Edi dan Faujiah pasangan suami isteri, warga Kamapung Pasir Erih Tegal, Desa Pasar Panacangan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak mengharapkan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) untuk perbaikan rumahnya yang sudah bertahun-tahun nyaris rubuh, yang nyampai sekarang belum juga ada perbaikan dan perhatian dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah Kabupaten Lebak.

 

Bahkan sekitar sepekan yang lalu tepatnya Jum,at (28/7/2017) sekitar pukul 16.00 Wib ketika hujan disertai angin cukup kencang, rumah mereka bagian atap rumahnya ambruk. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.  Untuk sementara mereka terpaksa tinggal menumpang diteras rumah  keluarganya.

Menurut Faujiah, ambruknya bagian atap rumahnya tersebut pada saat itu sedang turun hujan deras. Ia bersama anak-anaknya ada di rumah, karena sebelumnya sudah mempunyai firasat akan ambruk, dirinya bersama ketiga anaknya berteduh kerumah keluarganya.

BACA :  Rano Berharap Radio di Banten Bisa Membuat Masyarakat Berperan Aktif

“Tak lama berselang kedengaran suara patah bagian atap rumahnya selanjutnya ambruk. Apalagi semua tiang penopangnya sudah rapuh, dan saat ini posisi rumah jadi miring,” ujar Faujiah, dikediamannya, Minggu (6/8/2017).

Mengingat rumahnya sangat mengkhawatirkanya, lanjut Faujiah, untuk sementara ia bersama suami dan anak-anaknya menempati teras rumah keluargnya.

“Kami sudah lapor ke Desa, ya mudah-mudahan bisa secepatnya dapat bantuan atau ada solusi terbaik bagi kami,” katanya.

Sementara itu, Subadri Kepala Desa Panancangan mengatakan, ambruknya rumah milik Fujiah keadaannya sudah miring ke kiri dan bagian atas atap rumahnya sudah lapuk.

“Untuk sementara saya sudah laporkan ke BPBD, BAZNAS dan Dinas Sosial Kabupaten dan Provinsi. Ya, tentunya kami berharap bisa segera ada bantuan dari mana juga,” tuturnya.

BACA :  Innalillahi, TKW Asal Lebak Meninggal Dunia di Malaysia Gara-gara Ini

Karena itu kata Subadri, pihaknya berharap  kepada  Pemda melalui dinas terkait untuk segera membantunya. Apalagi saat ini masih banyak warganya yang menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

“Sedangkan untuk mengajukan program RTLH sangat sulit, karena masyarakat tersebut tidak termasuk data miskin, pada kenyataannya di lapangan warga miskin ke pusat hanya 147 KK yang terdaftar, sedangkan hasil survey di lapangan jumlah warga miskin di desa saya ini seluruhnya 370 KK,” tutupnya.(Zie)



Terpopuler