Connect with us

METROPOLITAN

Kasus Pencabulan Anak di Kota Layak Anak, Wagub Banten: Sangat Miris

Published

on

Serang – Pencabulan yang dialami bocah 13 tahun di Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat perhatian Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.

 BACA JUGA: Pelayan Cafe Cabuli Bocah 13 Tahun di Pamulang

Maklum saja, kasus pencabulan tersebut terjadi di kota yang notabene menyandang predikat sebagai salah satu kota layak anak di Banten.

“Ini sangat miris,” kata Andika, di pendopo gubernur, Kota Serang, Rabu (23/8/2017).

Andika mengatakan, Pemprov Banten akan semaksimal mungkin melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Ini yang penting, bagaimana orangtua mengasuh anak dengan baik,” ujarnya.

Putra mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ini mengaku, pemprov akan menyusun program seminar di 8 kabupaten/kota agar kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak bisa dicegah sedini mungkin.

BACA :  Polisi Limpahkan Kasus Penyalur Miras ke PN Rangkasbitung

“Kita komitmen, bagaimana memberikan pemahaman kepada orangtua dan mengenal tentang hak dan kewajiban anak seperti apa,” pungkasnya.

BACA JUGA: Marak Kekerasan Anak, Tangsel Masih Kota Layak Anak?

Kasus kekerasan maupun pelecehan seksual di kota yang dipimpin Airin Rachmi Diany ini terbilang cukup tinggi. usat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) setempat mencatat, pada tahun 2016, ada 136 kasus kekerasan, 70% di antarannya merupakan kasus pelecehan seksual.

Sementara di awal tahun 2017, P2TP2A menemukan 25 kasus terjadi. Korbannya didominasi anak berusia 3-15 tahun. Dari 7 kecamatan di Tangsel, kasus kekerasan anak banyak ditemukan di Kecamatan Pamulang, Pondok Aren dan Ciputat.(Nda)

BACA :  Dewan Minta Usulan Reses Prioritas, Irna: Kalau di Tengah Jalan Kami Bingung



Terpopuler