Connect with us

METROPOLITAN

Imbauan ICW Tak Digubris, Kajari Tangerang Bungkam soal Pasar Babakan

Published

on

ILUSTRASI KAJARI TANGERANG BUNGKAM SOAL PENYELIDIKAN PASAR BABAKAN

Kajari Tangerang Edyward Kaban bungkam soal penyelidikan Pasar Babakan. (FOTO Ilustrasi: Google.com)

Tangerang – Kejaksaan Negeri Tangerang hingga saat ini masih belum menjelaskan status penyelidikan kasus Pasar Babakan yang diduga melibatkan orang-orang penting di Banten. Kepala Kejaksaan (Kajari) Tangerang Edward Kaban seolah menghindari wawancara soal kasus yang ditangani institusinya sejak November 2016 ini.

Saat Banten Hits mencoba menemui Edyward Kaban di kantornya, Kamis (7/9/2017), pria yang sudah menjabat Kajari Tangerang sejak 2015 ini melalui stafnya menyarankan agar Banten Hits menemui Marjek, seorang jaksa fungsional di Kejari Tangerang.

“Kata Bapak, mas bisa menemui Pak Marjek di lantai tiga,” kata Untung Supriadi, staf di ruangan Kajari Tangerang.

BACA :  Sudah Berlaku! Warga Banten Kini Bisa Berobat Gratis¬† Cukup Tunjukkan KTP

“Sampaikan saja (ke Marjek) Bapak sudah memberi arahan,” tambahnya.

Namun, lagi-lagi jaksa yang dimaksud Edward Kaban tersebut juga tak berhasil ditemui di ruangannya. Seorang jaksa perempuan di ruangan menyebutkan Marjek sedang ke luar kantor.

Sebelum mencoba menemui Edward Kaban di kantornya, Banten Hits sejak Juli 2017 hingga berita ini dipublish mencoba menghubungi Edward Kaban untuk meminta penjelasan namun tak pernah direspons.

Deputi Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan kepada Banten Hits meminta, kejaksaan harus menjelaskan apa yang menjadi kendala dalam penyelidikan Pasar Babakan.

“Kejaksaan mesti jelaskan ke publik apa kendalanya, karena publik berhak tahu,” kata Ade saat dihubungi Banten Hits, Rabu (9/8/2017).

BACA :  Bupati Irna Rombak Pejabat Eselon II dan III, Nasib Eselon IV?

BACA JUGA: Kasus Pasar Babakan Mandek, ICW Minta Kejaksaan Jelaskan ke Publik

Sebelumnya, Yogi Yogaswara yang dikenal publik sebagai ‘Bos TangCity’ telah mengungkap dalam berita acara pemeriksaan (BAP) ke penyidik Kejari Tangerang pihak-pihak yang selama ini rutin menerima aliran dana dari Pasar Babakan.

“Yogi sudah buka semua. Dia tidak mau masuk (penjara) sendiri,” kata sumber Banten Hits dalam wawancara by phone, Jumat (8/7/2017).

BACA JUGA: Bos TangCity Disebut Ungkap dalam BAP Aliran Dana Pasar Babakan ke Pejabat

Kepada Banten Hits, Yogi mengakui dirinya sudah lima kali diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Tangerang terkait kasus Pasar Babakan.

“Iya diperiksa. Bolak-balik. Sudah lima kali (diperiksa),” kata Yogi lewat telepon selulernya, Rabu (12/7/2017).

BACA :  KTCI Chapter Tangerang Raya Berbagai Melalui "Ramadan Peduli"

Namun, Yogi tak menjawab secara tegas saat ditanya sudah mengungkap nama-nama pejabat yang mendapat aliran dana dari Pasar Babakan dalam BAP.

“Pokoknya semuanya bagaimana baiknya (sudah dijelaskan ke penyidik). Saya juga tidak berminat mengelola (Pasar Babakan lagi). Saya harus serahkan ke pemda, pemdanya belum siap,” terang Yogi.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler