Connect with us

METROPOLITAN

Korban Kebakaran Citangkil Cilegon: Harta Benda Ludes, Bersyukur Keluarga Selamat

Published

on

Puluhan jiwa korban kebakaran di Kelurahan Citangkil, Kota Cilegon mengungsi di tenda pengungsian. (Banten Hits/Iyus Lesmana)

Cilegon – Sebanyak 80 orang warga korban kebakaran di Kelurahan Citangkil, Kota Cilegon harus mengungsi di tenda pengungsian setelah tempat tinggal mereka ludes dilahap api pada Rabu (6/9/2017) malam.

Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Lingkungan Tegal Cabe RT 01 RW 02, Kelurahan/Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon meluluhlantakan 18 rumah warga.

BACA JUGA: Gas 3 Kg Meledak, Belasan Rumah di Cilegon Ludes Terbakar

Wartawan Banten Hits Iyus Lesmana melaporkan, bangunan tempat tinggal warga yang terbakar kini sebagian rata dengan tanah dan hanya menyisakan abu dan puing-puing. Beberapa warga masih terlihat mendatangi lokasi untuk mencari barang-barang yang masih tersisa dan berharap masih bisa digunakan.

BACA :  Sengketa Pilkades, Kantor Desa Bojong Dibakar

Api yang sangat cepat menjalar memang membuat warga tak bisa menyelamatkan harta benda yang ada di dalam rumah mereka. Kebanyakan dari warga, hanya bisa menyelamatkan nyawa mereka dan keluarga serta pakaian yang mereka kenakan saat peristiwa terjadi.

Belasan rumah warga di Citangkil, Cilegon yang kini hanya menyisakan abu dan puing-puing. (Foto: Banten Hits/Iyus Lesmana)

Meski kehilangan harta benda yang sudah didapat dengan kerja keras selama bertahun-tahun, mereka bersyukur kebakaran tersebut tak merenggut nyawa keluarga.

BACA JUGA: Korsleting Listrik, Bangunan Semi Permanen di Neglasari Ludes Terbakar

Salah satunya seperti yang diungkapkan Tukino. Ia harus rela kehilangan seluruh harta benda hasil jerih payahnya menjadi pedagang selama 15 tahun.

BACA :  Inspektorat Pandeglang Tangani Dugaan Monopoli Dana Pembangunan di Desa Ujungjaya

“Kebakaran itu berlangsung sangat cepat. Semua harta saya habis, uang Rp13 juta, emas 50 gram dan tempat tinggal kira-kira Rp50 juta habis semua. Tapi, saya masih bersyukur keluarga semua selamat,” tutur Tukino.

Tukino terpaksa tinggal di tenda pengungsian yang disediakan Pemkot Cilegon lantaran tak mempunyai sanak famili.

“Kami butuh aliran listrik dan air bersih,” katanya.

BACA JUGA: Api Sambar Bensin, Ruko Milik Orangtua Kades di Lebak Terbakar

Saat ini, mereka hanya bisa mengarapkan bantuan dari pemerintah. Makanan, pakaian juga menjadi sejumlah kebutuhan yang diharapkan warga.

“Pakaian anak-anak semuanya ludes, sekarang mereka tidak bisa sekolah,” kata Sunti.

Lurah Citangkil Tb Edy Purnama yang ditemui di tenda pengungsian mengaku masih mendata apa saja kebutuhan warga.

BACA :  Din Syamsudin: Tuduhan Radikalisme tanpa Bukti Jadi Kekerasan Verbal

“Listrik itu memang urgent ya. Sementara ini memang kita pakai ganset,” ucapnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler