Connect with us

METROPOLITAN

Tsunami dan Bakteri Ancam Populasi Badak Jawa di Ujung Kulon

Published

on

Pandeglang – World Wildlife Fund (WWF) Indonesia menyebut, ada beberapa hal yang mengancam populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang.

 

Direktur Konservasi WWF-Indonesia Arnold Sitompul menjelaskan, populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) terancam punah oleh tsunami mengingat kawasan semenanjung Ujung Kulon yang memang rawan bencana tersebut akibat letusan Gunung Anak Krakatau dan pergeseran lempeng benua.

BACA JUGA: Jumlah Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon 67 Ekor

“Ada juga ancaman lainnya adalah bakteri Tripanosoma yang berasal dari kerbau milik warga di TNUK. Bakteri ini bisa mempercepat kematian Badak Jawa,” terang Arnold, di sela World Rhino Day 2017, di Cilintang Ujung Kulon, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang,
Jumat (22/9/2017).

BACA :  Begini Cara Penanganan dan Penyembelihan Hewan Kurban

Untuk menghindari kepunahan mamalia langka di dunia tersebut, menurut Arnold perlu populasi dengan dibagi dua. Rumah baru badak ini bukan hanya sekadar mengurangi kepadatan populasi dan memberi ruang untuk Badak Jawa berkembang secara sehat, namun sebagai upaya langkah antisipatif untuk mencegah Badak Jawa dari kepunahan.

BACA JUGA: Irna Persilakan Badak Bercula Satu Direlokasi

Sementara, dari delapan habitat Badak Sumatera, kini hanya tersisa tiga kawasan, di antaranya Kawasan Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Kawasan Ekosistem Leuser.

“Kondisi ketiganya pun cukup mengkhawatirkan, sebab merujuk pada survei dan monitoring menunjukkan tren penurunan populasi. Jumlah badak diperkirakan kurang dari 100 individu sejak lima tahun terakhir. Kita berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan badak Indonesia,” paparnya.

BACA :  Pembangunan Gedung DPRD Tangsel Lambat, Ini Alasan Pihak Kontraktor

“Jika Indonesia gagal menyelamatkan Badak Sumatera dan Badak Jawa dari kepunahan, maka dunia akan kehilangan dua spesies ini,” tutup Arnold.(Nda)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler