Connect with us

Siaran BITV

Sejumlah Oknum Keruk Keuntungan dari Relokasi Pedagang Pasar Lembang

Published

on

Tangerang – Relokasi pedagang Pasar Lembang ke Pasar Barokah Ciledug dilakukan Rabu (4/10/2017). Meski sempat diwarnai protes, relokasi berlangsung kondusif.

BACA JUGA: Sempat Sandera Back Hoe, Pedagang Pasar Lembang Akhirnya Direlokasi

Pemindahan pedagang ke lokasi baru, rupanya dijadikan sejumlah oknum untuk mengeruk keuntungan dari para pedagang. Mereka menipu pedagang dengan mematok tarif lahan untuk lapak atau kios di Pasar Barokah dengan harga mulai dari Rp 10 juta sampai Rp 20 juta.

“Pokoknya yang bayar kurang dari Rp 10 juta dapatnya di tengah. Yang bayar lebih dari Rp 10 juta dapat di depan,” kata ibu pedagang sayuran yang enggan menyebut nama kepada Banten Hits, Rabu (4/10/2017).

BACA :  Tanpa Petugas,Warga Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Pandeglang Labuan

Pantauan Banten Hits, lapak yang disebut pedagang dipatok dengan tarif Rp 20 juta luasnya kurang lebih 4 x 2,5 meter. Lapak hanya berupa lahan belum dilengkapi perlengkapan apapun.

“Belinya sama yang megang pasar ini. Yang sebelah sini lain, yang ini lain,” tambah ibu pedagang sayur sambil menunjuk blok-blok lapak di Pasar Barokah Ciledug.

Pengelola Pasar Barokah Ciledug Tb. Imamudin memastikan pihak yang menjual lapak dan kios dengan harga sampai Rp 20 juta bukan petugas Pasar Barokah Ciledug yang dipimpinnya. Imam memastikan akan menerapkan sistem pengelolaan yang terbuka di Pasar Barokah.

“Pasar itu dari pedagang dan untuk pedagang,” tegas pria yang juga aktivis antikorupsi di Banten ini.(Rus)

{mp4remote}http://video.bantenhits.com:1931/media/com_jomwebplayer/RATUSAN PEDANGAN DIRELOKASIKAN KE PASAR BAROKAH CILEDUG.mp4{/mp4remote}

BACA :  Kampung Hompimpa; Rangkul Generasi Milenial dengan Permainan Tradisional


Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler