Connect with us

METROPOLITAN

Percantik Kota, Pemkab Pandeglang Dianggap Tak Punya Skala Prioritas

Published

on

Pandeglang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar lebih untuk melakukan penataan lingkungan di pusat kota. Sayangnya, upaya pemerintah daerah untuk mempercantik kota menuai kritik.

Kritikan itu datang dari elemen mahasiswa. Mereka menilai, penataan lingkungan di pusat kota belum terlalu mendesak. Pasalnya, masih banyak infrastruktur jalan dan jembatan di pelosok yang seharusnya mendapat perhatian lebih pemerintah.

BACA JUGA: Bertahun-tahun Jalan Rusak, Warga Demo Kantor Bupati Pandeglang

Ketua PMII Pandeglang Ajat Sudrajat menilai, hal ini mencerminkan ketidakberpihakan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah.

“Pemkab tidak bisa memprioritaskan mana yang seharusnya didahulukan,” kata Ajatm, Kamis (26/10/2017).

Menurutnya, manfaat penataan lingkungan tidak mempunyai dampak langsung terhadap masyarakat. Berbeda dengan perbaikan jalan dan jembatan.

BACA :  Polda Banten Ringkus Komplotan 'Garong' Modus Pecah Kaca Mobil

“Kalau persoalan jalan sangat sulit dibangun. Tapi kalau menyangkut dengan kepentingan pemerintah, mempercantik lingkungan kantor kok cepat sekali,” sesalnya.

BACA JUGA: Bupati Irna Bingung bagaimana Memajukan Pandeglang

Hal senada dikatakan Ketua GMNI Pandeglang Tb A. Indra. Kata dia, banyak kondisi infrastruktur yang seharusnya menjadi skala prioritas pemerintah daerah.

“Sah-sah saja mempercantik kota. Tapi, masih banyak wilayah yang belum tersebut pembangunan. Itu yang seharusnya menjadi prioriotas,” saran Indra.

Dua pekerjaan yang dilakukan Pemkab Pandeglang di wilayah kota, yakni penataan lingkungan dan publik utility di Jalan A. Satryiawija dan Jalan A. Yani.(Nda)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler