Connect with us

METROPOLITAN

Menaker Sebut Pabrik Petasan yang Terbakar Tidak Punya Fasilitas Keselamatan

Published

on

Tangerang – Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dakhiri mengunjungi lokasi kebakaran pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses di Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang yang terbakar dan menewaskan 48 orang pekerjanya, Minggu (28/10/2017).

Dalam kunjungannya yang singkat itu, Hanif menemukan pabrik tersebut tidak layak menjadi sebuah pabrik, karena kurangnya fasilitas keselamatan dan jalur evakuasi.

“Temuan sementara saya melihat bahwa ini tidak mirip seperti pabrik tapi seperti gudang, jadi kita lihat dari segi sarana prasarananya sangat belum memadai seperti jalur evakuasi,” kata politisi Partai Kebangkita Bangsa itu.

BACA JUGA : Saat Kebakaran Karyawan Pabrik Mercon Sebut Gerbang Digembok dari Luar

BACA :  Antisipasi Teroris, Kopassus Latih Tempur Jarak Dekat

Dirinya pun menilai, tidak adanya standar operasional prosedur (SOP) membuat seluruh kegiatan bercampur menjadi satu. Padahal, produksi yang mengandung bahan berbahaya memiliki standar tersendiri.

Dirinya mengatakan akan meminta jajarannya untuk menindaklanjuti, adanya dugaan pelanggaran dalam prosedur kerja di pabrik tersebut.

“Menyimpan mengolah produksi barang barang berhahaya tentu SOP dan sisi keselamatan kerja lebih tinggi dengan kondisi resiko yang tinggi, beda dengan pabrik-pabrik yang lainnya yang tidak masuk dalam kategori berbahaya. Sehingga standar K3 kurang,” tandasnya.

BACA JUGA : Kisah Pilu Surna, Putus Sekolah Hingga Harus Meninggal di Pabrik Petasan

Untuk diketahui, sebuah kebakaran terjadi di Kompleks Pergudangan 99, Jalan Salembaran Jaya, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10/2017). Kebakaran tersebut diduga berasal dari sebuah gudang petasan.

BACA :  Pemuda Ciawi-Kebon Jahe Serang Terlibat Bentrok dengan 'Geng' Motor Saur On The Road

Dalam kebakaran tersebut, jumlah korban yang tewas mencapai 48 orang dan luka-luka sebanyak 46 orang.(Zie)



Terpopuler