Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Pandeglang Kembangkan One Village One Product

Published

on

Pandeglang – Guna mensukseskan pengembangan produk holtikultura, Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pertanian dan Peternakan tengah fokus pada program One Village One Product (satu desa satu produk). Pengembangan produk holtikultura di Pandeglang dilakukan dengan mengembangkan Pajale (padi, jagung dan kedelai) di Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk.

“Pandeglang sedang menjadi penyuplai beras di Provinsi Banten dan nasional, sekarang Pandeglang juga sedang menuju swasembada Pajale. Tetapi kuncinya, harus kita kuasai dulu pasar Banten, dan Jakarta,” kata Bupati Pandeglang, Irna Narulita seperti dilansir laman resmi Pemkab Pandeglang.

BACA JUGA: Banten Masih Tertinggal soal Teknologi Pertanian

Untuk memenuhi hal itu, Sumber Daya Manusia harus dikembangkan dan disiapkan. Terutama para petani yang diharapkan lebih aktif dalam memanfaatkan lahan tidur.

BACA :  Angka Pengangguran di Pandeglang Meningkat, Disnaker: Sulit Kita Antisipasi

“Pandeglang banyak lahan tidur. Kalau hanya sebagai penggarap, mereka harus izin terlebih dahulu kepada pemilik lahan sehingga lahan tidur bisa bermanfaat dan dioptimalkan,” jelas Irna.

BACA JUGA: Wujudkan Swasembada Pangan, Gempita Ajak Petani Pandeglang Manfaakan Lahan Tidur

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pandeglang Budi Juardi menjelaskan, One Village One Product merupakan program serentak yang dilaksanakan di 35 kecamatan dengan lima komoditas yakni mangga, durian, alpukat, rambutan, dan manggis,

“Durian sebanyak 4.000 batang, manggis 1.500 batang, alpukat 3.000 batang, mangga 3.000 batang, dan rambutan sekitar 3.000 batang,” urainya.

BACA JUGA: Target Tanam Jagung 51 Ribu Hektar di Pandeglang Pesimis Tercapai

BACA :  Pemkab Lebak Diminta Tertibkan Penjual Bensin Eceran?

Budi mengatakan, kualitas komoditas tersebut sangat bagus untuk Pandeglang. Terutama komoditas manggis yang sudah menembus pasar luar negeri.

“Tetapi sayang, sampai di sana nama Pandeglangnya hilang karena kurang optimal dalam pengemasan. Mudah-mudahan, dengan program ini bisa dikemas dengan baik,” harapnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler