Connect with us

METROPOLITAN

Penyebab Perceraian di Banten Didominasi Perselingkuhan

Published

on

Tangerang – Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Banten mensinyalir perselingkuhan penyebab dominan perceraian di Banten. Sementara keluarga yang mudah terpapar perilaku menyimpang tersebut sebagian besar adalah mereka yang menikah dini. Selain perselingkuhan, faktor ekonomi juga bisa juga menjadikan penyebab perceraian.

 

“Belum stabilnya ekonomi keluarga, masih rapuhnya emosi, menyebabkan pernikahan dini rentan terhadap perceraian,” ujar Iswandi, Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) BKKBN Banten saat menjadi narasumber Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif 2017 yang dihelat BKKBN di Kampung Ketos, Desa Sindangsari, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/11/2017).

Untuk usia pernikahan, lanjut Iswandi, idealnya terjadi di usia 20 untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Perceraian rentan terjadi di usia perkawinan di bawah sepuluh tahun.

BACA :  Kumala Minta Bupati Iti Ikhlas Anggaran Mobdin Barunya Dialihkan untuk Perbaikan Infrastruktur

“Perselingkuhan ini menjadi fokus dalam program pembangunan keluarga yang menjadi salah satu dari program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) BKKBN,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Banten III, Marinus Gea, mewanti-wanti para peserta yang hadir untuk membimbing anak-anaknya agar menjadi generasi berencana (GenRe). 

“Anak-anak kita harus menjadi generasi yang unggul, karena kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia harus semakin meningkat, keluarga adalah fondasinya,” tegasnya.(Zie)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler