Connect with us

METROPOLITAN

Diperiksa KPK Lagi, Ini Indikasi Keterlibatan Airin pada Sejumlah Kasus Korupsi

Published

on

 

Tangerang – Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany diperiksa KPK selama 8 jam, Selasa (14/11/2017). Pemeriksaan Airin ini terbilang mengejutkan karena nama Airin tidak ada dalam jadwal pemeriksaan di KPK.

KPK belum memberikan penjelasan soal pemeriksaan Ini. Airin sendiri memilih bungkam seusai diperiksa. Beragam spekulasi pun kemudian muncul, di antaranya keterkaitan Airin pada kasus korupsi yang dilakukan suaminya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

BACA JUGA: Airin Mendadak Diperiksa KPK, Perkara Lama atau Baru?

Berikut fakta-fakta yang terungkap dari pemeriksaan KPK hingga fakta persidangan atas kasus korupsi yang menyeret keluarga Airin:

1. Airin Terbukti Dijadikan Tempat Penyamaran Aset Hasil Korupsi Wawan

Pada Kamis (5/1/2017), Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan, KPK telah mengantongi bukti dan informasi dugaan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan melakukan penyamaran aset hasil tindak pidana korupsi melalui sejumlah keluarga besar Ratu Atut Chosiyah, di antaranya Airin.

BACA :  Air Sakti Pemikat Jodoh Modus Centeng Tanah di Tangerang Renggut Keperawanan Gadis Desa  

2. Airin Bagikan BlackBerry Supaya Wawan Bisa Beri Arahan dari Tahanan KPK

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (30/9/2015), terdakwa korupsi alkes dan pembangunan Puskesmas Tangsel tahun 2012 yang merupakan Manajer Operasional PT Bali Facific Pragama, Dadang Prijatna mengaku, Airin Rachmi Diany membagikan BlackBerry kepada pihak-pihak yang jadi terdakwa kasus ini, di antaranya Dadang Prijatna, Yayah Rodiah, dan Dadang Supena.

Dadang yang merupakan tangan kanan Wawan tersebut mengungkapkan, adanya perintah dari Wawan yang meminta kepada terdakwa Dadang Prijatna agar berbohong mengenai pembagian nilai proyek alkes yang diterima oleh PT BPP sebesar 43,5 persen.

3. Airin Sediakan Pengacara Paksa Saksi Tutup Mulut di KPK

Kemudian, dalam sidang lanjutan kasus yang sama di Pengadilan Tipikor Serang dengan agenda mendengarkan keterangan lima orang saksi yang dihadirkan, di antaranya Ahmad Bazury selaku Panitia Pengadaan, terungkap fakta Airin menyediakan pengacara untuk bertemu dengan saksi kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Kedokteran Umum Puskesmas Kota Tangsel APBD-P 2012 senilai Rp 23,5 miliar.

BACA :  Arief Minta Penghapusan UN Dikaji Mendalam

Melalui pengacaranya, Airin memerintahkan supaya saksi tak menyebutkan dan tidak mengenal nama Direktur Utama Java Medika Yuni Astuti jika ditanyakan oleh penyidik KPK.   

4. Airin Dapat THR dari Dinkes

Sementara, pada sidang lainnya di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (1/9/2015), anak buah airin yaitu mantan Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Dadang bersaksi di hadapan majelis hakim, Airin mendapat jatah THR dari dinas yang dipimpin Dadang sebesar Rp 50 juta, Benyamin Rp 30 juta, dan Sekda Tangsel Dudung Erwan Direja mendapat Rp 20 juta.

5. Airin Undang Rapat Dinas di Kantor PT BPP Milik Suaminya

Rapat-rapat pemerintah terkait urusan dinas di Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) diketahui pernah digelar di rumah pribadi Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany di Jalan Denpasar IV, No 35, Kelurahan Setiabudi, Jakarta Selatan.

BACA :  Ramp Door KMP Rajabasa Rusak, Fuso Tersangkut di Dermaga IV Pelabuhan Merak

Selain di rumah pribadi, rapat dinas juga pernah digelar di Hotel Ritz Carlton, Bandara Soekarno Hatta, bahkan di kantor PT Bali Pacific Pragama (BPP), perusahaan milik suami Airin yang jadi terpidana korupsi, Tubagus Chaeri Wardana di Gedung The East. Di tempat ini, diketahui Wawan dua kali hadir.

Fakta tersebut diungkapkan mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Tangsel Dudung E Diredja dalam sidang di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (8/9/2015).

Lalu, kaitan dengan kasus apa pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap Airin Selasa (14/11/2017) kemarin? (Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler