Connect with us

METROPOLITAN

Kejang-Kejang setelah Imunisasi, Bocah di Pandeglang Divonis Kanker Otak

Published

on

Pandeglang – Saat anak seusianya asyik bermain, Aulia bocah 10 tahun di Kampung Curugluhur RT 09 RW 04, Desa Banjarsari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang hanya bisa terbaring lemas di tempat tidurnya. Masa kanak-kanaknya seolah terenggut oleh kondisi fisik yang tidak seperti anak pada umumnya.

Kondisi fisik anak dari pasangan suami istri Mamay dan Awing ini sangat memprihatinkan. Ukuran kepalanya lebih besar dibandingkan dengan kondisi tubuhnya yang akecil serta kedua kakinya yang melengkung. Orangtua Aulia mengatakan, putrinya divonis dokter mengidap kanker otak.

Menurut Mamay, apa yang terjadi pada anaknya tersebut bermula saat Aulia mengalami panas dan kejang-kejang usai diberikan imunisasi DPT Combo di puskesmas saat usianya enam bulan.

BACA :  Beri Kemudahan WP, Pemkab Tangerang Luncurkan Sistem Pembayaran Pajak Online

“Awalnya biasa saja, normal dan sudah bisa tengkurap,” kata Mamay saat ditemui wartawan Banten Hits Engkos Kosasih di rumahnya, Rabu (15/11/2017).

Satu hari setelah diberikan imunisasi, Auli mengalami demam tinggi. Mulanya, Mamay tak khawatir karena biasanya memang setelah diimunisasi suhu badan Aulia akan panas. Namun, kali ini berdeda. Demam tinggi disertai kejang-kejang berlangsung lama. Nyaris hampir tiga bulan.

“Karena saya khawatir, saya bawa ke puskesmas dana dokter di kampung. Tapi kok enggak sembuh-sembuh juga,” tutur Mamay.

Melihat kondisi kesehatan Aulia yang semakin mengkhawatirkan, bermodalkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa, orangtua Aulia membawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Berkah.

BACA :  Pemkot Serang Pastikan Besok 17 Perlintasan Kereta Sudah Berpalang Pintu

“Di rumah sakit dikasih obat, tapi malamnya sepulang dari rumah sakit kok kejang-kejang lagi. Akhirnya dibawa lagi ke rumah sakit, dirawat sebulan,” ucap Mamay.

Lantaran keterbatasan biaya, orangtua Aulia tak lagi mampu membawa buah hatinya berobat maupaun sekedar menjalani pemeriksaan medis. Ironinya, belum pernah ada petugas dari puskesmas maupun dinas kesehatan yang memantau kondisi Aulia.

“Saya mau anak saya sembuh dan normal seperti anak-anak lainnya,” lirih Mamay.

Aank Ahmad dari Pandeglang Care Movement menyangkan luputnya Aulia dari perhatian pemerintah daerah. Apalagi, apa yang dialami Aulia sekarang diduga efek dari imunisasi di puskesmas.

“Kami harap pemerintah cepat tanggap, tangani Aulia dengan penanganan medis yang seharusnya ia terima. Negara menjamin kesehatan warganya,” tandas Aank.(Nda)

{mp4remote}http://video.bantenhits.com:1931/media/com_jomwebplayer/KONDISI BOCAH DI PANDEGLANG MEMPERIHATINKAN.mp4{/mp4remote}

BACA :  Bandit Jalanan Gasak Rp87 Juta Milik Nasabah Bank Mandiri di Cilegon


Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler