Connect with us

METROPOLITAN

Kicauan Admin Dinkes Pandeglang soal Pemberitaan Aulia Tuai Banyak Komentar

Published

on

Pandeglang – Kicauan admin akun resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang @dinkespdg soal pemberitaan media menuai banyak komentar netizen. Kicauan tersebut menyikapi pemberitaan media soal kondisi yang dialami Aulia bocah 10 tahun di Kaduhejo yang mengalami panas tinggi dan kejang-kejang usai diberikan imunisasi.

BACA JUGA: Kejang-Kejang setelah Imunisasi, Bocah di Pandeglang Divonis Kanker Otak

Sebuah foto yang menunjukkan pihak UPT Puskesmas Kaduhejo dan camat setempat saat melihat kondisi Aulia pada Kamis (16/11/2017) juga diunggah admin Dinkes Pandeglang. Dalam kicauannya, Dinkes Pandeglang menyayangkan pemberitaan soal Aulia oleh media dianggap tak berimbang.

Kadinkes @Didi_Difa (akun Kadinkes Pandeglang Didi Mulyadi) sangat mengapresiasi setiap pemberitaan di media massa, namun demikian berharap adanya pemberitaan yang berimbang sblm ditayangkan#CoverBothSide sehingga ada perlakuan adil terhadap semua pihak yang menjadi objek berita,” tulis @dinkespdg yang juga me-mention ke @abdulazisRB akun Ketua PWI Pandeglang, Abdul Aziz.

BACA :  Adu Mulut dengan Kakak, Siswa SMP di Tangsel Tewas di Jalan Raya

Kicauan itu langsung dijawab oleh @abdulazisRB dan meminta Dinkes Pandeglang menyebut media mana yang dimaksud.

Satuju..tapi uploud dung pak..brt yg mana yg kurang seimbang tadi..ini penting untuk bahan koreksi,” tulis @abdulazisRB.

BACA JUGA: Puskesmas Kaduhejo Bantah Penyakit Aulia Pasca Imunisasi

“Itu sebuah harapan ke depan pak ketua Pwi Pandeglang @abdulazisRB yang sudah biarlah… mudah-mudahan menjadi pembelajaran semua, terlebih harus jadi intropeksi bagi kami dalam pelayanan kesehatan kpd masyarakat #SalamSehat,” balas @dinkespdg.

Selain di Twitter, kicauan tersebut juga ramai menuai tanggapan dari netizen di Facebook setelah screenshot kicauan tersebut dibagikan kepada warganet pengguna Facebook. Bahkan, kicauan tersebut dianggap mencemarkan nama baik media.

sekate2 ini Dinkes Pandeglang bikin status di Twitter. Jelas status ini mencermarkan nama baik semua media massa dan wartawan yg ada di Pandeglang. Karena dalam status yg dibuat itu tidak menujukkan fakta yg dimaksud, atau merujuk kepada media dan wartawan yg dimaksud si pembuat status. Artinya lebih kepada umum atau semua wartawan dan media massa diklaim melakukan pembuatan berita terkait dinkes tidak berimbang. Saya nyatakan selama ini membuat berita apapun selalu berimbang sesuai kode etik jurnalistik, Ini tidak bisa dibiarkan,” tulis akun Nipal Openk Thea, salah satu wartawan media cetak.

BACA :  Lansia di Kota Serang Dapat Paket Sembako

Begitu juga akun Dicky Nurmansyah yang mendukung media dalam memberikan pemberitaan-pemberitaan tentang kianerja pemerintah daerah.

Makanya ulah nyumput bae kitu lamun aya wartawan atau pers (makanya jangan ngumper kalau ada wartawan).. nh mh suudzon trs akhrnya.. semngt teman2 media ciptakan informasi buat kami masyarakat yg sangat membutuhkan informasi tentang kinerja pemerintah dan lain nya.. hidup wartawan lah,” kata Dicky mengomentari postingan screeshot Nipal.

BACA JUGA: Tangani Bocah Aulia, Puskesmas Kaduhejo Akan Koordinasi dengan Dinkes

Ketua DPRD Pandeglang Gunawan juga ikut menanggapi kicauan tersebut. Ia meminta Dinkes tak asal berkicau.

Eta kadinkes ulah lalawora nya (Itu kadinkes jalan macam-macam lah).Lamun teu mampu mundur (kalau enggak mampu mundur) ganti aja kok repot,” tulis Gunawan.

BACA :  Libur Lebaran, Pengunjung Kolam Renang Krakatau Country Club Meningkat 400 Persen

Berita yang dimaksud harus diperlihatkan oleh admin dimaksud kemudian dibedah pakai pisau jurnalistik agar bisa ketahuan CBS (cover both side) atau tidaknya. Baru kemudian lembaga or stakeholder¬† membuat statement soal CBS. Karena pada prinsipnya wartawan di sini sangat tidak mentolelir berita tak CBS. Kata Pak Presiden jangan bikin gaduh. Salam tiang listrik,” kata akun Muhaemin Baraya Urang.

Terkait kicauan di Twitter, Didi membantah kicauan tersebut atas instruksi dirinya.

“Bapak (menyebut dirinya) enggak ada statement begitu. Temui saja Pak Ade (adminnya),” singkat Didi saat dihubungi.(Nda)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler