Connect with us

METROPOLITAN

Dugaan Pemalsuan Dokumen, Tarmono Ditanya soal Surat Pengalaman Kerja PT RPK

Published

on

Tangerang – Dugaan pemalsuan dokumen pengalaman kerja perusahaan milik PT Teralindo Lestari menyeret nama Bong Pranoto selaku bos PT Rajawali Parama Konstruksi (RKP). Meski statusnya sudah terdakwa, Bong masih bebas berkeliaran. Pemalsuan dokumen terkait untuk memenangkan lelang proyek PT Indonesia International Expo (IIE).

Marketing PT RPK 2010-2013 Tarmono yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kamis (30/11/2017) kepada majelis hakim mengatakan bahwa PT RPK tidak mempunyai referensi kerja.

“PT Rajawali tidak punya untuk referensi kerja, tapi untuk produk ada,” kata Tarmono menjawab pertanyaan yang dilontarkan Majelis Hakim I Ketut Sudira, di ruang sidang 7 PN Tangerang.

Tarmono mengaku, bahwa dirinya pernah diminta untuk merapikan dokumen yang ada di dalam flashdisk. Dokumen tersbeut berisi referensi produk alat pompa air.

BACA :  Polres Pandeglang Dicanangkan Jadi Zona Integritas Bebas Korupsi, Begini Kata Ombudsman

“Diminta bantu merapikan berupa flashdisk dari Pak Bong, isinya referensi pompa merk Amstrong yang ada di Indonesia. Saya baca dan ketik ulang satu per satu lalu saya rapikan, setelah rapi saya print, di flashdisk itu ada logo dari PT apa, tapi saya tidak ingat,” kata Tarmono.

Oleh JPU, Tarmono ditanya soal kepasitasnya saat menghadiri undangan Minutes of Meeting (MoM) tender IIE bersama Bong. Butir ke-6 Minutes of Meeting (MoM) tender IIE tahun 2013 menjelaskan, kewajiban melampirkan pengalaman kerja 5 tahun terakhir dan butir ke-12 menegaskan kesepakatan bersifat mengikat.

“Saudara pernah ikut MoM tender? Kapasitas saudara di situ sebagai apa? Mengetahui MoM dan pernah lihat MoM? Apakah berkaitan dengan referensi kerja atau produk?” tanya JPU.

BACA :  Kejari Pandeglang Periksa Mantan Koruptor Alper Pendidikan Terkait Kasus Tunjangan Guru Daerah

“Mengetahui, saya pernah lihat, hadir di sana pun bersama Pak Bong dengan kapasitas sebagai salesman PT Rajawali,” jawab Tarmono.

“Produk Amstrong digunakan oleh siapa saja saya tidak tahu. Pernah diperiksa di kepolisian tapi ada beberapa keterangan yang kurang diingat oleh saya, dan menerangkan BAP sebagian besar yang saya ketahui ada beberapa yang kurang pas, karena tidak mengingat dengan benar,” kilahnya.

Dilansir dari okezone.com, Selasa (13/12/2016), kasus ini mencuat setelah PT Teralindo Lestari melaporkan Bong Pranoto atas kasus pemalsuan surat seperti diatur dalam Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun. Laporan itu diterima Dittipidum Bareskrim Polri dengan Nomor Laporan:LP/382/IV/2016/Bareskrim tanggal 12 April 2016.

BACA :  Dituduh Dukun Santet, Keluarga Nenek Anah Diamankan ke Polres Lebak

Setelah melakukan penyelidikan, Dittipidum Bareskrim Polri pun menetapkan Bong sebagai tersangka bersamaan dengan terbitnya surat SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) No: B/226/XI/2016/Dit. Tipidum, 16 November 2016.

Selain kasus pemalsuan surat, penyidik juga tengah mengusut dugaan tindak pidana Paten yang diatur dalam Pasal 130 UU Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten dengan terlapor yang sama yakni Bong Parnoto. Dia dilaporkan berdasarkan Laporan Polisi No: LP/560/VI//2016, tanggal 3 Juni 2016.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler