Connect with us

METROPOLITAN

Mahasiswa Sebut Lebak Masih Terpuruk; Kado Pahit di Usia 189 Tahun

Published

on

Lebak – Di usia ke-189 tahun, masih banyak persoalan yang dihadapi Kabupaten Lebak. Meski masih menyandang sebagai daerah tertinggal, pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah dirasa masih berfokus di wilayah perkotaan dan dinilai masih jauh dari harapan masyarakat, terutama warga yang tinggal di pelosok daerah.

BACA JUGA: Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Peringati HUT ke-189 Lebak Ricuh

Ketimpangan juga dinilai masih terjadi pada bidang pendidikan dan akses masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan. Tiga program unggulan milik Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi yakni; Lebak Sehat, Lebak Pintar dan Lebak Sejahtera yang kerap kali digaungkan pemerintah daerah pun masih jauh dari harapan dan belum menyentuh seluruh masyarakat miskin.

BACA :  Jokowi Datang, Arus Lalin di Tangsel Dialihkan

“Lebak punya banyak potensi. Tapi kalau potensi ini tidak digali dengan maksimal kami rasa sulit mewujudkan pembangunan, pendidikan kesehatan dan kesejahteraan yang merata. Tenaga pendidik yang masih bertumpuk di wilayah kota akan berdampak buruk bagi pendidikan di pelosok daerah,” kata Ketua Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Imam Nurhakim saat berunjuk rasa di depan gedung DPRD Lebak, Sabtu (2/12/2017).

BACA JUGA: Jokowi Tetapkan Lebak sebagai Daerah Tertinggal

Persoalan pengangguran kata Imam juga belum bisa diatasi pemerintah daerah. Padahal kehadira perusahaan, seharusnya bisa menyerap banyak tenaga kerja lokal.

“Kami bukan menolak kehadiran investor, akan tetapi jika kehadirannya tidak mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, pemkab harus bisa tegas hadir. Jangan sampai ketegasan kepala daerah hanya tajam ke masyarakat bawah tapi tumpul ke pengusaha-pengusaha besar,” tegas Imam.

BACA :  Antisipasi Curanmor, Satsabhara Polres Serang Kota Gelar Patroli Dialogis

Menurutnya, masih terpuruknya Lebak saat ini juga tidak lepas dari peran dari anggota DPRD sebagai lembaga yang punya fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah.

“Ini tentu jadi kado pahit bagi Kabupaten Lebak yang sudah berusia 189 tahun. Angka kemiskinan dan tingkat pengangguran menunjukkan ketidakseriusan pemerintah daerah dan tidak tegas terhadap investor asing serta lemahnya pengawasan yang dilakukan DPRD,” jelas Imam.

BACA JUGA: Bupati Iti Jayabaya Dinilai Gagal Pimpin Lebak

“Kami mendesak lakukan pemerataan penempatan pendidik, tingkatkan kesejahteraan masyarakat dan meminta pemerintah tegas kepada pengusaha untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dan setop pembebasan lahan jika ingin mewujudkan ketahanan pangan,” tambahnya.(Nda)

BACA :  Sidang Sengketa Lahan 58,14 H di Desa Kurung Kambing Ditunda Lagi



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler