Connect with us

METROPOLITAN

Diwarnai Dugaan Korupsi, ‘Lebak Sehat, Pintar dan Sejahtera’ Dinilai Gagal

Published

on

Lebak – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Organisasi Rakyat Anti Koruptor (Orator) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Lebak, Sabtu (9/12/2017). Salah satu yang menjadi sorotan dalam aksi pada Hari Antikorupsi adalah tiga program unggulan Kabupaten Lebak.

Lebak Sehat, Pintar dan Sejahtera yang kerap kali digaungkan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dinilai gagal. Kegagalan tersebut lantaran tiga sektor yang menjadi fokus kepempinan Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi diwarnai dugaan korupsi.

“Tiga hal itu kami nilai gagal. Bupati Iti Jayabaya gagal pula menjadi pemimpin di Lebak,” kata Agustian dalam orasinya.

Lebak Sehat kata Agus tercoreng dengan kasus korupsi Jamkesmas, kemudian biaya persalinan yang kental dengan praktik pungli pengguna BPJS serta masih sulitnya bagi rakyat miskin mendapat layanan kesehatan gratis meski setiap tahun pemerintah daerah mengucurkan anggaran untuk bidang ini.

“Kemudian Lebak Sejahtera. Dugaan korupsi Jamsosratu di Lebak tahun 2014-2016 dan 2017 mempengaruhi kesenjangan sosial. Belum lagi kasus korupsi bantuan bedah rumah pada tahun 2006 lalu,” ujarnya.

Dugaan korupsi juga terjadi pada dunia pendidikan. Korupsi diduga terjadi pada pembangunan/rehabilitasi gedung sekolah SD/SMP dan dugaan pungli BSM/BOS yang dilakukan oknum guru.

“Pemkab dan aparat penegak hukum harus punya komitmen kuat memberantas praktik-praktik kotor yang menyengsarakan rakyat. Jika tidak, Lebak akan selamanya menjadi daerah darurat korupsi,” tegasnya.(Nda)

Trending