Connect with us

METROPOLITAN

Warga Bojongmanik Tuntut Polisi Tindak Lanjuti Laporan Pungli Sertifikat Tanah

Published

on

Pandeglang – Ratusan warga Desa Bojongmanik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, berbondong-bondong datangi rumah tokoh masyarakat (tomas) dan pengurus pemuda Kampung Cikupaen, Sabtu (9/12/2017).

Warga meminta agar memfasilitasi menyelesaikan dugaan pungutan liar (Pungli) program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang dilakukan oknum Desa Bojongmanik, yang sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak Kepolisian, padahal warga sudah melaporkan dugaan pungli tersebut ke Polres Pandeglang pada Kamis (23/11/2017) lalu.

Dalam kesempatan itu juga, warga membawa kwitansi tanda terima bahwa tengah menyerahkan uang kepada oknum aparat Desa Bojongmanik, dan mendesak tokoh masyarakat dan pengurus pemuda agar kembali melaporkan ke pihak Kepolisian Polres Pandeglang maupun ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang.

BACA :  Lion Air Group Batalkan Penerbangan dari Soetta ke Palu akibat Gempa Donggala

“Kami sangat berharap agar para oknum ini ditindak tegas oleh aparat kepolisian, kami juga akan mendatangi ibu bupati Pandeglang Irna Narulita,” kata Tuti Herawati, Minggu (10/12/2017).

Pengurus Pemuda Kampung Cikupaen, Aden membenarkan warga mendatangi rumahnya itu untuk mencari keadilan atas adanya dugaan pungli yang dilakukan aparat desa. 

“Pokoknya saya dan tokoh masyarakat bersama-sama warga yang menjadi korban, saya siap melaporkan dugaan tersebut ke aparat penegak hukum, rencanya hari Selasa (12/12/2017) akan melaporkan dan membawa bukti-buktinya, kalau kemarin cuma aduan doang,” tegasnya.

Salah seorang pendamping tim ukur BPN, Udin mengakui bahwa ia pernah menerima uang dari salah seorang warga. Tapi kata dia, uang itu sifatnya hanya menitipkan saja kepada dirinya dan ia langsung memberikannya kepada ketua.

BACA :  Rail Clinic dan Library Didorong Atasi Persoalan Stunting di Lebak

“Kalau saya itu cuman menerima uang dari pak Ujid, nilainya itu Rp 400 ribu untuk dua buku (sertifikat). Uang itu hanya menitipkan saja ke saya, dan saya serahkan kepada ketua pak Ajat, untuk lebih jelasnya silahkan ke pak Ajat saja,” ungkapnya.(Zie)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler