Connect with us

METROPOLITAN

Gusur Ratusan Rumah di Panunggangan Barat, Pemkot Tangerang Berharap Masukan Komnas HAM

Published

on

Tangerang – Ratusan rumah di Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang dibongkar Satpol PP. Sekitar 170 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal akibat penertiban tersebut.

Ironinya, banyak warga pasca penertiban yang terpaksa harus tinggal di area pemakaman karena tak lagi mempunyai tempat tinggal. Mereka memilih bertahan di dekat lahan yang sudah puluhan tahun mereka tempati.

BACA JUGA: Korban Gusuran Tidur di Kuburan

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengaku, telah mengutus Asda I ke Komnas HAM untuk melaporkan penertiban tersebut. Arief berharap, dari laporan tersebut Komnas HAM bisa memberikan masukan kepada Pemkot Tangerang.

“Dari awal warga sudah diajak untuk pindah, tapi kan belum mau. Mungkin nanti dari Komnas HAM bisa ngasih masukan. Ada juga teman-teman dari BPPKB yang berusaha mengajak warga untuk tingga di rusun sambil menunggu proses berjalan,” kata Arief.

BACA :  Bupati Pandeglang Tunggu Action Tim Saber Pungli

Arief mengatakan, dinas terkait juga sudah terjun ke lokasi untuk membantu merelokasi warga.

“Dari dinsos memberikan bantuan dan dinas pendidikan mendata anak usia sekolah,” ujarnya.

BACA JUGA: Soal Gusuran di Panunggangan Barat, Mahasiswa: Ini Tindakan Semena-mena!

Ia memastikan, korban gusuran bisa menempati rusun secara gratis selama dua bulan.

“Silahkan dimanfaatkan, perdanya kan sudah ada,” katanya.

Pantauan Rabu (13/12), sejumlah warga mulai memindahkan barang-barangnya ke Rusunawa Betet.

“Tempatnya sih lumayan jauh, tapi kita nerima yang penting dikasih tempat layak, enggak tidur di jalanan,” tutur Fajri salah seorang warga.(Nda)



Terpopuler