Connect with us

Berita Terbaru

Surat Terbuka Forum Anak kepada Bupati Pandeglang

Published

on

Iklan Rokok

Surat terbuka Forum Anak Pandeglang kepada Bupati Irna Narulita terkait maraknya iklan rokok. (Instagram/fa_pandang)

Pandeglang – Forum Anak Pandeglang (Fandang) mengkhawatirkan maraknya iklan rokok yang terpampang di sejumlah titik akan membawa dampak buruk bagi para pelajar. Pernyataan Fandang disampaikan melalui surat terbuka ditujukan kepada Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Surat terbuka kepada Irna diunggah di akun Instgram Fandang @fa_fandang. Untuk diketahui, iklan rokok juga bakal menjadi hambatan Pandeglang untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA).

BACA JUGA: Hambat Pandeglang Wujudkan KLA, Larangan Iklan Rokok Butuh Regulasi

Berikut isi surat terbuka Fandang:

Surat Terbuka Forum Anak Kabupaten Pandeglang kepada Bupati Pandeglang

“Resolusi Anak Pandeglang 2018: Mewujudkan Pandeglang Kabupaten Layak Anak Tanpa Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok”

Beberapa pekan terakhir ini, kami anak-anak Fandang sering melihat iklan rokok berbentuk Neon-box bertebaran di sekitar alun-alun kabupaten Pandeglang.

Kondisi ini menurut kami sangat mengkhawatirkan, karena di sekitar wilayah alun-alun Kabupaten Pandeglang banyak terdapat sekolah baik tingkat SD maupun SMP. Hampir setiap hari para pelajar SD dan SMP tersebut melewati jalanan sekitar alun-alun yang dipenuhi iklan rokok tersebut dan terpapar iklan rokok.

Kami mengkhawatirkan, paparan iklan rokok yang terus menerus akan berdampak buruk kepada pelajar. Sebab rokok adalah produk berbahaya yang mengandung zat adiktif, salah satunya nikotin, yang bila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat mempengaruhi sistem syaraf dan aliran darah.

Sementara di sisi lain, kami menilai iklan rokok sangat manipulatif karena menyajikan informasi yang tidak sesuai fakta. Iklan rokok tidak menginformasikan bahaya rokok, tapi justru menggambarkan anak muda dengan gaya hidup positif dan sukses. Ini menguatkan kesan bahwa iklan rokok menyasar anak muda sebagai target pemasaran produk rokok.

Kami sebagai generasi muda yang sangat mencintai kabupaten Pandeglang, merasa sedih dengan keberadaan iklan rokok yang bertebaran, terutama di alun-alun kabupaten Pandeglang.

Kami khawatir masih banyaknya iklan rokok di wilayah ini akan menghambat Pandeglang meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia.

Hal ini tertuang pada salah satu indikator Kota Layak Anak yaitu tersedianya Kawasan Tanpa Rokok, yang bebas asap rokok dan tidak adanya iklan rokok di semua fasilitas umum dan tempat di mana banyak anak berkumpul (Permen PP&PA No 12 Tahun 2011 Poin 16).

Apalagi Kabupaten Pandeglang yang kami cintai ini merupakan kota santri yang memiliki banyak sekali anak muda dengan masa depan cemerlang. Didukung dengan prediksi bahwa Indonesia akan melewati masa keemasan pada tahun 2030, maka jelas kita harus mempersiapkan anak-anak di Pandeglang, khususnya agar kelak menjadi produktif dan kompetitif.

Karena itu kami sangat mengharapkan Kabupaten Pandeglang dapat menciptakan suasana Ramah Anak, yang dapat berperan penting dalam tumbuh kembang anak serta mengembangkan potensi dan jati diri anak. Ramah Anak juga dapat diartikan sebagai kondisi yang bebas dari iklan, promosi, dan sponsor rokok. Karena iklan rokok menyampaikan informasi yang tidak ramah anak, karena bersifat manipulatif dan justru menginformasikan ajakan untuk mendorong anak-anak merokok.

Sudah banyak studi menunjukkan adanya pengaruh dari paparan iklan rokok yang terus menerus terhadap keinginan merokok. Diantaranya studi dari Komnas Anak dan Uhamka tahun 2007 yang menyebutkan sebanyak 46% remaja berpendapat iklan rokok mempengaruhi mereka untuk mulai merokok.

Kami mewakili anak muda Pandeglang sangat mendukung ibu Irna Narulita selaku Bupati Pandeglang agar dapat mewujudkan Pandeglang yang kami cintai ini menjadi Kabupaten Kota Layak Anak tanpa iklan, promosi dan sponsor rokok.

Demikianlah surat terbuka ini kami sampaikan agar dapat dijadikan pertimbangan.

Pandeglang, 26 Desember 2017
Atas Nama Anak Pandeglang

Ketua Pandeglang Care Movement (PCM) Aank Ahmed berharap Irna mendegarkan aspirasi tersebut.

BACA :  Dindik Pandeglang tak Persoalkan Pungutan Sekolah

“Ketika saya membaca surat itu, nampak sekali keresahan yang mereka rasakan terhadap asap rokok. Persoalan anak adalah persoalan bersama, termasuk pemangku kebijakan, saya harap aspirasi mereka didengar,” kata Aank.(Nda)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler