Connect with us

METROPOLITAN

Puluhan Anak Korban Sodomi di Gunung Kaler Alami Trauma

Published

on

Ilustrasi (net)

Tangerang – WS alias Babeh yang ditankap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Tangerang di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, lantaran melakukan sodomi pada 41 anak.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Petu Elvina mengatakan, masih terdapat dua puluh anak yang mengalami trauma berat usai menjadi korban pelecehan seksual WS alias Babeh.

“Dua puluhan anak masih ada rasa takut, yang paling penting mereka tetap lapor, bagaimana mereka kemudian dibohongi, ditipu, ini merupakan upaya pendidikan ditingkat masyarakat terutama masalah seperti ini,” tutur Elvina di Polresta Tangerang, Jum’at (5/1/2017).

BACA JUGA : Jumlah Korban Sodomi Babeh di Gunung Kaler Bertambah jadi 41 Orang

Ia menambahkan, beberapa korban mengaku masih merasakan nyeri di wilayah dubur. Selain fisik, mereka pun kini harus menanggung hujatan dari lingkungan sekitar.

“Beberapa anak yang saya wawancarai masih ada yang merasa nyeri di bagian dubur, selain itu yang paling menyiksa bagi mereka adalah hujatan dari lingkungan sekitar setelah mereka menjadi korban, itu yang harus kita pulihkan,” tuturnya.

BACA JUGA : Kak Seto Sebut Kerugian Korban Pedofil di Gunung Kaler Tak Terhingga

Ia berharap, pemerintah daerah ikut andil dalam pemulihan tersebut. Pasalnya, pengkondisian lingkungan sekitar adalah tanggung jawab pemerintah daerah.

“Mengambil posisi yang jelas untuk trauma healing, lalu bagaimana mereka adaptasi di masyarakat, karena banyak dari mereka yang di bully, bagaimana Pemda mengkondisikan agar mereka tidak di bully di Kampung mereka, yang mereka khawatirkan adalah rasa malu teman sepermainan mereka,” tandasnya.(Zie)

Trending