Connect with us

METROPOLITAN

Dinkes Pandeglang Akui Kesulitan Awasi Mantri Bodong

Published

on

Pengawasan mantri bodong

Kepal Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Didi Mulyadi.(Banten Hits/Engkos Kosasih)

Pandeglang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Pandeglang, mengalami kendala dalam mengawasi peredaran mantri bodonng di daerah itu. Sulitnya dinkes untuk mengawasi mantri bodong lantaran praktik mantri bodong tidak memiliki legal aspek.

Namun, pasca ditangkapnya mantri bodong oleh pihak kepolisian Polres Pandeglang pada Selasa (2/1/2018) lalu, dimkes mengaku akan berkoordinasi dengan UPT Kesehatan untuk memantau masyarakat yang disinyalir membuka praktik pengobatan abal-abal.

“Kalau bidan, legal aspeknya sudah ditempuh, justru yang begini-begini (Mantri bodong) yang bikin kesulitan. Kita juga tidak punya forum untuk mengawasi itu, itu kan ilegal. Kedepan kita akan lakukan pendataan terkait legal aspek,” kata Kepal Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Didi Mulyadi, Rabu (10/1/2018).

BACA :  Dua Rumah Kontarakan di Sukadiri Tangerang Dijadikan Gudang Miras

Didi mengaku akan berkonsultai dengan beberapa pihak, mulai dari internal dinkes yang akan dibenahi dan memberikan teguran kepada apotek-apotek agar tidak menjual obat sembarangan.

“Kita mulai akan benahi, apotek jangan terlalu bebas menjual obat, harus lihat-lihat dulu. Tenaga kesehatan atau bukan,” tegasnya.

Mantan Sekertaris Dinkes itu menghimbau kepada masyarakat agar pintar memilih-memilih tenaga kesehatan, bila perlu, lanjut Didi masyarakat harus berani menanyakan legal aspeknya kepada tenaga kesehatan.

“Masyarakat harus pintar harus bisa mewaspadai, kalau ada yang ngaku-ngaku dari kesehatan jangan langsung percaya, bila perlu tanyain legal aspeknya,” tutupnya.(Zie)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler