Connect with us

METROPOLITAN

Lima Tahun Jabat Ketua DPRD, Mad Romli Tak Pernah Serahkan LHKPN?

Published

on

Mad Romli

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang yang juga bakal calon wakil bupati Tangerang Mad Romli.(Banten Hits/ Yogi Triandono)

Tangerang – Ketua DPRD Kabupaten Tangerang periode 2014-2019 Mad Romli, yang kini menjadi bakal calon wakil bupati Tangerang mendampingi Ahmed Zaki Iskandar, menjadi calon kepala daerah dengan kepemilikan harta kekayaan tertinggi di Provinsi Banten pada Pilkada serentak 2018.

BACA JUGA: Berikut Harta Kekayaan Calon Kepala Daerah di Banten, Mad Romli Paling Kaya

Saat Banten Hits menelusuri nama Mad Romli di aplikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nama Mad Romli tidak muncul dalam daftar pejabat yang telah menyerahkan LHKPN.

BACA :  Berwisata ke Kolam Renang di Tengah Pandemi Corona, Bocah di Pandeglang Meregang Nyawa

Pencarian menggunakan kata kunci lain seperti “Romli”, hanya memunculkan sembilan nama penyelenggara negara yang memiliki nama akhir Romli. Namun, lagi-lagi nama Mad Romli dengan jabatan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang tak muncul dalam daftar tersebut.

Banten Hits beberapa kali mencoba menghubungi Mad Romli lewat telepon selulernya untuk mengonfirmasi soal penyerahan LHKPN ini, namun tak direspons. Begitu juga upaya konfirmasi lewat SMS dan aplikasi WhatsApp tak ada yang dibalas.

Sebelumnya, KPK merilis, dari jumlah total 14.144 legislator di pusat dan di daerah, terdapat hanya 4.379 orang atau 30,96 persen yang telah melaporkan harta kekayaannya. Adapun 9.765 legislator lainnya sama sekali belum pernah menyerahkan laporan harta kekayaan sejak menjabat menjadi wakil rakyat.

BACA :  Truk Pengangkut Pipa dari Kawasan KIEC Tabrak Pengendara Motor Hingga Tewas

Kewajiban penyelenggara negara melaporkan harta kekayaan diatur dalam Pasal 5 huruf (3) Undang-undang Nomor 28 tahun 1999 Tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenai sanksi administratif sesuai aturan Pasal 20 ayat (1).(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler