Connect with us

METROPOLITAN

6.000 Meter Jalan di Rawa Rengas Jadi Polemik

Published

on

Tol Serang-Panimbang

FOTO Ilustrasi: tempo.co

Tangerang – Warga Desa Rawa Rengas dan Pemerintah Kabupaten Tangerang saling klaim sebagai pemilik lahan berupa jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer dan luas 2 meter dengan total luas 6.000 meter di Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabaupaten Tangerang.

Klaim dua pihak muncul seiring rencana pembebasan lahan untuk keperluan runway 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang.

“Kami mengakui benar bahwa itu konstruksi bangunannya milik pemda. Tetapi tanahnya milik warga, yang pada saat itu dipakai untuk akses masuk ke permukiman agar lebih luas,” kata Kepala Desa Rawa Rengas Ingkil, Rabu (17/1/2018).

“Jadi di Desa Rawa Rengas itu banyak tanah warga yang dilewati konstruksi Pemkab Tangerang, seperti paving blok, pengerasan jalan dan beton. (Lebar) jalannya yang di atas dua meter,” sambungnya.

BACA :  Awas! Penipuan Tenaga Kerja Beraksi di Mardi Grass Citra Raya

Menurut Ingkil, pada saat dilakukan pelebaran jalan untuk memperluas akses ke permukiman, warga setempat secara sukarela memberikan tanah miliknya untuk dijadikan jalan namun sebatas hak pakai. Saat akan dibebaskan Angkasa Pura 2, warga meminta kembali tanahnya tersebut.

Namun klaim warga tersebut, lanjut Ingkil, dibantah Pemkab Tangerang yang telah menyatakan jalan seluas 6.000 meter di Desa Rawa Rengas merupakan aset Pemkab Tangerang.

Untuk menyelesaikan polemik ini, Pemerintah Desa Rawa Rengas melakukan pembahasan intensif dengan Pemkab Tangerang dan Kejaksaan Negeri Tigaraksa.

“Hal inilah yang sedang kami bahas dengan Pemda dan Kejaksaan dan masih berproses,” imbuhnya. (Rus)



Terpopuler