Connect with us

METROPOLITAN

Sengketa Lahan KEK Tanjung Lesung, PT BWJ: Betul Enggak di Situ?

Published

on

Lahan di KEK Tanjung Lesung

Lahan seluas 462 hektar di KEK Tanjung Lesung dipermasalahkan. Warga yang mengaku sebagai ahli waris menegaskan tak pernah menjual kepada siapapun termasuk kepada PT BWJ selaku pengembang KEK. (Dok. Banten Hits)

Serang – Sengketa lahan seluas 462 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang belum menemukan titik temu. PT Banten West Java (BWJ) selaku pengembang KEK mempertanyakan lokasi lahan yang selama ini dipersoalkan ahli waris.

BACA JUGA: PT BWJ dan Warga Siap Buktikan Kepemilikan Lahan di Tanjung Lesung

“Betul apa tidak giriknya di situ, saya juga enggak tahu, belum pernah dikasih lihat. Kasih tahu dong suratnya, di mana lokasinya,” kata Presdir PT BWJ, Purnomo Siswoprasetjo, di Kota Serang, Kamis (15/2/2018).

Purnomo mempertanyakan girik yang dimiliki waris apakah benar memang lokasi lahan yang selama ini diklaim berada di kawasan tersebut. Ia pun menyayangkan terkait pematokan yang dilakukan ahli waris.

“Kalau mau matok, di mana orang seenaknya begitu. Enggak boleh. Katanya punya girik, punya ini, enak aja. Betul enggak di situ (lokasinya)?” cetus Purnomo.

BACA JUGA: Warga Kecewa PT BWJ Tolak Buka Data Kepemilikan Lahan di KEK

Purnomo mengkalaim, PT BWJ telah membebaskan sekitar 1500 hektar. Namun, Purnomo tak menyebut berapa hektar yang sudah memiliki HGB.

“Kita sudah bebaskan 1.500 hektar dan sudah jadi sertifikat kok,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Banten, Eneng Nurcahyati menolak memberikan tanggapan terkait sengketa di KEK Tanjung Lesung.

“Maaf bukan urusan Dinas Pariwisata,” singkatnya.(Nda)

Trending