Connect with us

METROPOLITAN

Setelah Ditolak Puskesmas, Pasien Pembusukan Dubur Kini Dihantui Utang Perawatan di RSUD Berkah

Published

on

direktur RSUD Berkah Firmansyah

Direktur RSUD Berkah Pandeglang Firmansyah saat memberikan keterangan soal perawatan pasien miskin penderita pembusukan dubur.(Banten Hits/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Rentetan drama memilukan yang dialami Rohmah (60), warga Kampung Pangulon, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang sepertinya belum akan segera usai.

Setelah ditolak Puskesmas Labuan dan harus tergolek di angkot karena tak ada ambulans yang bersedia mengantar, kini lansia miskin penderita pembusukan dubur ini tengah dihadapkan masalah baru. Dia terancam memiliki utang hingga puluhan juta ke RSUD Berkah yang saat ini tengah melakukan penanganan medis terhadapnya.

BACA JUGA: Ditolak Puskesmas Labuan karena Bau, Pasien Pembusukan Dubur Tergolek di Angkot

BACA :  Cegah Difteri, Dinkes Kota Cilegon Optimalkan Imunisasi

Rohmah dipastikan akan berutang setelah surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dia gunakan untuk membiayai perawatan di RSUD Berkah hanya menanggung mampu mengcover biaya perawatan sampai Rp 5 juta. Sementara, biaya yang dibutuhkan sampai penyembuhan diprediksi lebih dari Rp 5 juta.

Direktur RSUD Berkah Firmansyah menuturkan, pihaknya kerap dihadapkan dengan kondisi dilematis ketika menangani pasien dengan SKTM. Satu sisi RSUD tahun kondisi pasien, sementara di sisi lain RSUD juga harus menerapkan pengelolaan yang baik supaya tidak menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kapasitas SKTM cuma Rp 5 juta. Kalau untuk perawatan saja itu juga cukup. Kebanyakan masyarakat pengguna SKTM sudah dirawat memiliki utang. Saat ini juga dari Desember-Januari udah ada Rp85 juta masyarakat yang memiliki utang. Kalau tidak ditagih kita juga yang kena audit oleh BPK,” jelasnya.

BACA :  Polres Metro Tangerang Berikan Alat Bantu Sepatu dan Kacamata untuk Dua anak Disabilitas

Rohamah merupakan warga miskin yang tidak tercover fasilitas kesehatan apapun dari pemerintah. Sebelum dibawa Entoy Toyibah, seorang relawan kemanusiaan untuk berobat, Rohamah hanya terbaring di rumahnya.(Rus)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler